sumber: cobadibaca.com http://www.cobadibaca.com/2013/01/cara-membuat-slide-header-di-blog.html#ixzz2yT5HaYef Under Creative Commons License: Attribution

Kamis, 27 Maret 2014

8 Penghambat Kebahagiaan Anda dalam Meraih Sukses


Hari demi hari kita mungkin tenggelam dalam rutinitas dan kesibukan,dan berpikir kita masih berada di jalur yang akan membawa kita ke tujuan yang tepat, yakni bahagia sepanjang perjalanan hingga mencapai tujuan. Jika Anda berada di jalur yang tepat tentu Anda merasa bahagia.

Akan tetapi kita adalah manusia tidak sempurna, kita tidak dapat memastikan kita bisa bahagia sepanjang hari dalam setahun penuh. Selalu ada warna lain yang mengaburkan kebahagiaan kita, yang mungkin timbul dari hambatan-hambatan terhadap upaya kita memperoleh tujuan, bahkan dari dalam diri kita sendiri.

Jika Anda mulai merasa tidak bahagia,itu berarti Anda sedang berada di luar jalur. Cara terbaik adalah memeriksa kebiasaan atau sikap yang membuat Anda tidak bahagia, lalu kembali ke jalur yang tepat. Apa saja itu?

1. Kata-kata negatif pada diri sendiri

Kata-kata negatif adalah racun bagi pikiran. Anda mungkin berpikir, “Ini tak akan berhasil, oh betapa melelahkan!”. Ini namanya menyabotase diri sendiri. Jika kata-kata seperti ini Anda biarkan terus berkumandang di pikiran Anda, maka tidak lama lagi Anda akan menyerah dan meninggalkan apa yang sudah Anda mulai.

Kita sering meyabotase diri, karena kita kehilangan citra diri positif. Ketika kita kehilangan itu, maka kita akan mendapati diri kurang bergairah. Oleh karena itu Anda perlu menghidupkan kembali citra diri positif dan meningkatkan rasa percaya diri Anda. Caranya? Setiap hari, tuliskan tujuh afirmasi atau hal-hal yang Anda sukai tentang diri Anda. Ingat kembali keberhasilan-keberhasilan yang pernah Anda raih, tidak soal itu besar atau kecil. Rasakan kebahagiaan saat Anda memperolehnya.

2. Hidup dengan masa lalu

Apakah Anda seorang yang menyesali beberapa hal di masa lalu? Baik itu kesalahan yang pernah Anda lakukan, atau pengalaman buruk yang diakibatkan orang lain.

Menghabiskan waktu mengenang masa lalu, dan membiarkan pengalaman masa lalu yang buruk membayangi kehidupan Anda saat ini dapat menghambat langkah Anda meraih kebahagiaan.  Segera tuntaskan kenangan masa lalu yang mengganggu Anda. Katakan pada diri Anda bahwa Anda telah sembuh dan menjadi orang yang baru dengan pola pikir yang baru dan cara hidup yang lebih baik.

3. Menunda-nunda

Kebiasaan menunda-nunda sama seperti akses internet yang sangat lambat. Menyebalkan bukan? Menunda-nunda seharusnya adalah hal yang menyebalkan. Akan tetapi kita sering terbius oleh kenyamanan lain yang membuat kita menunda apa yang seharusnya kita kerjakan.

Mulailah dengan satu langkah kecil. Jangan menunda! Maka langkah demi langkah akan menyusul dan membawa Anda semakin dekat pada kesuksesan kecil, dan seterusnya kesuksesan kecil membawa Anda pada keberhasilan yang lebih besar.

4. Menyalahkan orang lain

Kita tidak sempurna, itu sebabnya setiap orang pernah melakukan kesalahan. Tetapi yang menjadi masalah adalah ketika suatu kesalahan terus dijadikan alasan terhadap kegagalan atau ketidakbahagiaan Anda.
Berhentilah memikirkan kesalahan itu! Bukankah Anda sudah mengakuinya dan menetapkan langkah-langkah untuk bertindak lebih baik sekarang dan di masa depan? Jangan biarkan diri Anda tenggelam dalam emosi negatif, karena setiap muatan emosi negatif seperti perasaan marah atau takut, atau apapun itu hanya menghambat langkah Anda untuk bahagia dan bergerak maju mencapai keberhasilan.

5. Membandingkan diri dengan orang lain

Hidup Anda tidak berputar di sekitar fantasi Anda tentang kehidupan orang lain yang tampak di permukaan. Anda mungkin melihat pekerjaan orang lain yang memuaskan. Bila Anda termotivasi karena keberhasilannya, untuk lebih giat melakukan pekerjaan Anda, itu sangat baik. Tetapi, Anda harus hati-hati agar tidak terlalu jauh, lalu terjebak membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Setiap orang punya kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Menuliskan huruf A saja, kita menghasilkan bentuk yang berbeda. Sebaiknya, dengan mengetahui keberhasilan orang lain, Anda harus semakin mengenal diri sendiri, membangun potensi yang Anda miliki, dan meminimalkan kelemahan-kelemahan Anda. Bila ini Anda lakukan, Anda akan menerima diri sendiri dan betapa bersyukur bahwa setiap pribadi adalah unik.

6. Menyesali keputusan

Kadang-kadang kesempatan baik datang menghampiri. Tidak soal Anda menangkapnya atau tidak. Itu tergantung pada pertimbangan Anda. Yang menjadi soal adalah ketika Anda menyesal dan berakhir tidak bahagia karena melewatkan atau bahkan mengambil kesempatan. 

Dalam hidup ada ketidakpastian. Berani mengambil resiko adalah kemampuan yang mutlak kita perlukan sebagai petualang hidup. Jika Anda salah, lakukan perbaikan. Jika menyerah pada suatu hal, lakukan hal lain. Bukankah hidup juga menawarkan kesempatan?

7. Tidak bersyukur

Tidak bersyukur saat melewati masa-masa sulit rasanya berkali-kali pernah kita alami. Dimana kita hanya fokus pada emosi-emosi negatif yang timbul oleh berbagai problem. Padahal, kita dianjurkan bersyukur dalam segala situasi, baik itu baik maupun buruk.

Bersyukur pada masa sulit adalah sumber kekuatan untuk menanggung beban. Sementara pada situasi baik, bersyukur mengingatkan Anda untuk tetap berada di jalur kebahagiaan, menambah kepekaan Anda terhadap situasi, membantu Anda tetap rasional dalam mengambil keputusan.  Jadi, jangan lupa bersyukur di setiap musim kehidupan Anda.

8. Terlalu keras pada diri sendiri

Ketika kita menghadapi kesulitan atau pekerjaan yang membutuhkan keberanian, kita seringkali mem-push diri kita, dengan mengatakan “ayo, kamu bisa! Kamu bisa”. Selain itu, kita mengabaikan diri kita demi nama kesuksesan. Kita lupa makan tepat waktu, bahkan menahan diri dari istirahat karena tenggat, padahal di saat lain kita menunda-nunda.

Kita bekerja keras, pertama sekali untuk kebaikan diri sendiri. Namun, jika Anda sengaja mengabaikannya, ingatlah bahwa kuantifikasi energi yang Anda korbankan untuk mendapatkan uang bisa saja tidak mampu menggantikan kesehatan Anda. Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Perhatikan kesejahteraan jasmani dan rohani Anda. Beri diri Anda penghargaan yang layak ia terima.

Bila Anda memperhatikan beberapa hal di atas terjadi pada diri Anda, ingatlah untuk memanuver diri ke jalur yang tepat untuk menemukan kembali kebahagiaan Anda. Ini penting, karena semakin Anda bahagia seraya berupaya, maka semakin mudah Anda mencapai tujuan Anda.

0 komentar:

Posting Komentar