sumber: cobadibaca.com http://www.cobadibaca.com/2013/01/cara-membuat-slide-header-di-blog.html#ixzz2yT5HaYef Under Creative Commons License: Attribution

Bahaya dan Mamfaat Kopi

Dalam kehidupan Sehari -Hari

Sikecil Suka Ngompol

Ini Cara Mengatasinya .

Bahaya Mi Instant Bagi Kesehatan

Dalam Kehidupan Sehari - Hari

Mamfaat dan Khasiat Minum Teh Hangat

Dalam Kehidupan Sehari - Hari

Tampilkan postingan dengan label Tentang Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2014

Si Kecil Suka Ngompol, Ini Cara Mengatasinya

Melatih si kecil agar tak ngompol (ilustrasi) Pada usia lima tahun, anak seharusnya sudah bisa mengatur panggilan alaminya untuk ke toilet. Andai ia masih kesulitan dengan urusan buang air kecil, segeralah beri bantuan. Jika tidak diatasi, bukan cuma pengasuh yang akan kerepotan, anak juga bisa merasakan dampak negatif dari ketidakmampuannya mengontrol desakan untuk pipis.
Psikolog Sani B Hermawan menjelaskan, idealnya setelah usia lima tahun anak harus berhenti mengompol. Sebab, pada usia lebih dari 18 bulan saja anak sudah mulai bisa diajak untuk beralih dari popok ke toilet. Ketika itu, otot-otot kandung kemihnya sudah lebih matang.
Pada usia tersebut, anak umumnya juga bisa memahami perintah sederhana. Dia pun mampu menahan kemih selama dua sampai tiga jam. Amati saja siklus pipisnya. Sediakan potty chair yang nyaman dan menarik. Lalu, dengan cara yang menyenangkan, ajak anak berkemih.
Bagaimana dengan anak yang lebih besar namun masih suka mengompol? ”Penyebabnya beragam, termasuk pola asuh orang tua yang salah dan orang tua tidak konsisten,” paparnya.
Selain itu, anak tidak menjalankan konsekuensi atau hukuman yang diberikan orang tua ketika ia mengompol. “Ini karena anak malas, tidak mau mematuhi peraturan,” tambahnya. Tak hanya itu, anak yang terlalu capai pada siang hari juga bisa memicu ia mengompol pada malam harinya. “Ini karena aktivitasnya memacu gerakan peristaltiknya,” ujarnya.
Penyebab lain, bisa karena anak terlalu banyak mengonsumsi soda. Tetapi, anak mengompol, menurut Sani, juga bisa karena ada kelainan organ dalam anak. “Coba amati mana penyebab yang paling sesuai dengan kondisi anak dan berikan bantuan yang tepat.”
Bagaimana anak yang suka mengompol pada siang hari? Anak membasahi celananya pada siang hari biasanya karena ia menahan pipis. Kemungkinan besar dia malas, takut, atau sedang asyik bermain. Konsistensi peng asuh dibutuhkan agar anak tidak melulu mengandalkan popok.
Lalu, bagaimana cara mengatasi anak yang masih suka mengompol? Kebiasaan mengompol pada anak bukanlah hal yang mudah. Diperlukan peran yang kuat dari orang tua dan anak itu sendiri. “Untuk mengatasi anak agar tidak mengompol perlu dilakukan toilet training,” kata Sani.
Toilet training adalah cara anak untuk mengontrol kebiasaan buang air kecil. Proses ini membutuhkan waktu, pengertian, dan kesabaran. Yang paling penting diingat adalah orang tua tidak bisa mengharapkan dengan cepat si anak langsung bisa menggunakan toilet. “Tetapi, pada usia lima tahun, training ini harus sudah berhasil dilakukan,” ucap Sani.
Kalau tidak berhasil, anak akan alami gangguan psikologis. Anak menjadi tidak percaya diri menyusul celana basahnya. “Itu sebabnya kemampuan berkemih di toilet dianggap sebagai pencapaian besar bagi anak,” ujar Sani.
Toilet training:
1. Sebelum tidur ajak anak buang air kecil terlebih dahulu
2. Bangunkan anak setelah tidur pada malam hari untuk buang air kecil. Jika jam tidur anak delapan jam, bangunkan anak 4 jam setelah tidur
3. Kurangi minum soda. Soda mengandung bahan perangsang metabolisme yang memicu anak berkemih.
4. Perbanyak minum air putih
5. Berikan konsekuensi pada anak yang suka mengompol. Ajak anak mencuci bekas ompol, angkat seprai, dan celana bekas ompol. Harus ada kesadaran bahwa ada konsekuensi kalau anak mengompol.
6. Gunakan alarm anti mengompol. Misalnya, pada jam tertentu ajarkan anak buang air di kamar mandi. Untuk anak yang agak besar akan mengerti, tetapi untuk anak yang kecil tentu sangat menantang. Mereka harus selalu diingatkan.
7. Orang tua harus mau capai mengingatkan anaknya untuk buang air kecil di kamar mandi setiap satu jam atau satu jam setengah pada siang hari. Pada malam hari, orang tua harus rajin bangun untuk mengingatkan anak buang air kecil. Ini akan membuat anak tidak malas buang air kecil.
8. Orang tua juga harus peka, pantau anak yang sudah mulai gelisah ketika hendak buang air kecil. Saat itu segera bawa anak ke kamar mandi.
9. Harus ada kerja sama dan bagi tugas antara suami dan istri.
10. Jangan berikan popok yang seakan membiarkan anak buang air kecil di kasur atau di celana.

Beberapa Trik Menenangkan Bayi yang Rewel

Bayi menangis bukanlah hal yang aneh. Sering kali jika lapar atau merasa tidak nyaman, bayi akan menyampaikan “protesnya” dengan menangis.

Tapi bagi para mama baru, bayi menangis terkadang membuat panik. Apalagi ketika bayi terus menangis walau perutnya sudah kenyang. Apa yang harus dilakukan?

Beberapa hal di bawah ini disarankan para dokter anak di seluruh dunia untuk mengatasi bayi yang menangis terus-menerus.

1. Gendong goyang: Gendong bayi Anda lalu goyangkan lengan Anda dengan halus. Goyangan itu akan membuat bayi lebih tenang.

2. Gendong ayun: Bayi juga akan merasa nyaman jika Anda menggendongnya kemudian mengayunkan tangan dengan halus layaknya ayunan.
                                                                                                                                                 
3. Getaran: Banyak tempat tidur dan tempat duduk bayi yang dilengkapi dengan fitur getaran, yang juga bisa membuat bayi lebih aman dan nyaman.

4. Bedong: Saat dindalam rahim, bayi terbiasa di tempat sempit dan hangat. Terkadang membedongnya dengan selimut akan membuatnya kembali tenang karena merasa aman layaknya di dalam rahim.

5. Teknik skin to skin: Kehangatan adalah salah satu yang membuat bayi tenang. Cobalah buka blouse Anda, juga baju si bayi. Baringkan ia di dada Anda. Biarkan ia merasakan kehangatan dari tubuh, serta mendengar detak jantung. Hal itu akan membuatnya tenang. Teknik ini juga telah dipakai para dokter untuk menghangatkan suhu bayi yang baru lahir, terutama bayi-bayi yang prematur.

6. Pelukan ayah: Pelukan hangat dari tangan ayah yang besar juga bisa membuat bayi merasa aman. Coba sesekali biarkan suami Anda yang menenangkan si kecil.

Jika langkah-langkah di atas tak juga membuat bayi Anda berhenti menangis, lekaslah hubungi dokter anak. Selamat mencoba!

Menyikapi Anak Berucap Kasar

Lingkungan merupakan tempat bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi atau sekadar mencoba hal-hal baru. Sifat alami seorang anak adalah meniru sikap dan perilaku lingkungan sekitar.

Hidup di lingkungan yang cenderung keras, bukan tidak mungkin membuat anak besikap kasar secara verbal. Setiap kali merasa tidak nyaman, kata-kata kasar bisa langsung keluar.

Perilaku seperti itu kadang membuat orang tua khawatir. Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi anak yang sering berbicara atau berperilaku kasar?

Pakar Psikologi, Retno IG Kusuma menuturkan, perilaku kasar anak dapat disebabkan oleh dua hal. Pertama, anak sedang mengimitasi atau meniru perilaku lingkungan sekitar, televisi, ataupun game yang dimainkannya. Kedua, anak sedang melakukan proses mencoba-coba untuk mengetahui reaksi dari lingkungan sekitar terhadap perilaku kasar tersebut.

"Ada dua respons yang akan diperlihatkan orang tua yaitu marah dan tertawa," ujar Retno saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.

Psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada ini menjelaskan, boleh jadi orang tua akan tertawa karena menganggap perilaku sang anak lucu. Bagaimana mungkin seorang anak bisa berbicara atau bertingkah kasar seperti itu.

"Sedangkan, jika orang tua marah itu karena memang menganggap sikap tersebut sudah tidak wajar bagi anak-anak," papar Retno.

Namun, psikolog yang ahli di bidang permasalahan anak ini menyarankan, ketika seorang anak berbicara kasar, hal pertama yang  harus dilakukan sebagai orang tua adalah tetap bersikap tenang. Sebab, hal tersebut merupakan proses yang wajar dan positif. Artinya, sang buah hati memiliki kepedulian dengan lingkungan sekitar walaupun dengan cara yang kurang tepat.

"Karena kemampuan meniru adalah kecerdasan," ungkap  Anggota Tim Psikologi di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) itu.

Kemudian, hal yang perlu dilakukan oleh orang tua dalam menyikapi perilaku kasar anak adalah dengan mengabaikannya.  Sebab, jika orang tua merespons, berarti orang tua seolah setuju dengan perilaku kasar dari sang anak.

"Lebih baik orang tua pura-pura tidak dengar saja, karena nanti sang anak akan capek sendiri karena tidak mendapat respon atau perhatian," terangnya.

Sebaliknya, jika sang anak berperilaku baik, orang tua harus memberikan reward. Dengan begitu, sang anak akan berpikir, ternyata jika berperilaku positif maka orang tua akan merespons. Reward  juga bertujuan untuk mempertahankan sikap baik dari sang anak.

Selain itu, orang tua juga perlu mengajak anak berbicara dan berdiskusi untuk mengarahkan kepada mereka mana perilaku baik dan mana perilaku yang masuk kategori buruk. 

"Orang tua harus memfilter apa saja yang diterima sang anak dan tetap memantau perkembangan perilaku anak," tukas Ratna.

Tidur Pulas dan Nyenyak Seperti Bayi, Ini Dia Rahasianya

Nikmatnya tidur (ilustrasi) Agar tubuh selalu segar dan tidak lelah di siang hari saat kerja, Anda membutuhkan setidaknya 7,5 jam tidur. Jam tidur yang cukup juga akan menghindarkan kita dari berbagai masalah kesehatan seperti kenaikan berat badan dan resistensi insulin. Namun, untuk mendapatkan tidur yang berkualitas ternyata tidak mudah. Tenang, ada jurusnya kok. Simak saja kiat berikut:
Berendam
Jika memungkinkan, sebelum tidur cobalah berendam dengan air hangat dengan menggunakan cairan khusus beraromaterapi. Aroma chamomile sangat menenangkan.
Istirahatkan mata
Bila dianggap cukup membantu, cobalah penutup mata khusus saat tidur. Ini akan membantu Anda segera tidur lelap saat berada dalam pesawat atau ketika harus tidur di kamar hotel.
Jangan kaget gara-gara alarm
Jika ingin bangun tepat waktu tapi malas dengan suara alarm yang mengejutkan, pilihlah suara-suara alarm yang menenangkan. Pilihan alarm dengan suara burung tampaknya bisa menjadi alternatif yang menyenangkan.
Baca buku
Cobalah membaca buku menjelang tidur. Jangan buku yang seram dan menegangkan urat saraf. Pilihlah buku yang berisi alur cerita menenangkan dan menyenangkan untuk dibawa bermimpi.
Alami
Jauhi segala pil tidur. Lebih baik pilih segelas susu hangat dan madu. Para pakar yakin minuman seperti ini punya efek plasebo yang bisa membantu tidur. Minumlah dengan perlahan dan rileks.
Meringkuk
Bosan bolak-balik di atas tempat tidur. Coba meringkuk di atas kursi yang lebar dan berselimut tebal seraya membaca buku hingga kantuk datang. Biasanya, cara seperti ini efektif untuk membuat kita cepat tertidur.

Bahaya Popok Sekali Pakai Bagi Bayi



BabyPampers atau popok sekali pakai merupakan salah satu kebutuhan penting bagi bayi. Utamanya, untuk menampung kotoran dari sisa metabolisme sang buah hati. Dengan adanya pampers, orang tua bisa lebih tenang saat mengurus anak karena tak perlu repot membersihkan kotoran bayi setiap saat.

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH, popok sekali pakai memang mempunyai kelebihan khusus. Yakni, permukaannya cepat kering setelah sang anak buang air kecil ataupun besar. Dengan begitu, bayi bisa tetap beraktivitas meski baru saja mengeluarkan kotoran.

Namun, kata dia, kenyamanan anak untuk tetap menggunakan pampers yang mengandung kotoran, justru merupakan kelemahan dari pampers itu sendiri. Sebab, jika dibiarkan dalam waktu yang lama dapat berisiko bagi kesehatan sang bayi.

"Pemakaian popok mengandung kotoran dalam waktu lama dapat menyebabkan iritasi dan infeksi bila terdapat luka pada daerah tersebut, " jelas dokter Bernie saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.

Idealnya, kata dia, ketika anak baru saja membuang kotoran, maka popok yang dikenakannya langsung diganti. Di situlah, dibutuhkannya peran orang tua untuk jeli memperhatikan kondisi sang bayi. "Seharusnya popok itu diganti 5-6 kali per hari," ungkap dia.

Lebih lanjut, dokter dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM ini menerangkan, ada beberapa bahan pembuat popok sekali pakai yang diduga berbahaya bagi kesehatan. Di antaranya, sodium polyacrylat yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Selain itu, ada dioxin yang biasanya dihubungkan dengan kanker. 

Untuk risiko jangka panjang, kata dia, penelitian yang dilakukan pada bayi dan anak laki-laki usia di bawah tiga tahun menunjukkan bahwa temperatur di buah zakar bayi dan anak laki-laki yang menggunakan pampers lebih tinggi dari yang tidak menggunakan.

Padahal, lanjutnya, temperatur yang tepat bagi buah zakar buah sangat penting karena merupakan tempat testis yang akan menghasilkan sperma pada saat remaja dan dewasa. "Ada pula yang menghubungkan dengan kanker yang disebabkan paparan kandungan bahan popok. Namun, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikannya," paparnya.

Sedangkan untuk popok kain (diapers), kata dia, biasanya tidak mudah menyerap basah. Sehingga, bayi akan lebih mudah mengenalinya ketika mengeluarkan kotoran. Untuk itu, ada baiknya orang tua selalu mengecek dan mengganti diapers saat bayi menunjukan gejala tidak nyaman.

"Akan tetapi popok kain relatif (menggunakan bahan) lebih ramah lingkungan," ucap dia.

Meski diapers lebih ramah lingkungan, sambungnya, tetap saja orang tua harus memberikan waktu khusus bagi anak untuk bebas dari balutan popok. Tujuannya, untuk meminimalisir terjadi iritasi kulit atau biasa disebut diaper rash. "Bila terdapat diaper rash bawalah segera anak Anda ke dokter," saran dia.

Terkait kapan waktu yang tepat bagi anak untuk mulai meninggalkan popok, Dokter Spesialis Anak dari SOS Medika Klinik Cipete, dr Narain H. Punjabi, SpA mengatakan, sebaiknya mulai usia 2 tahun anak sudah diajarkan menggunakan toilet dan melepaskan popok. Cara pertama, kata dia, dengan mengajarkannya menggunakan celana kain sehingga dapat memudahkan proses pembelajaran.

Selain itu, orang tua juga harus aktif dan rajin mengajarkan anak untuk belajar buang air besar atau kecil di kamar mandi.  "Itu pintar-pintarnya orang tua melatih anak menjadi mandiri untuk buang air di kamar mandi," tandasnya.