sumber: cobadibaca.com http://www.cobadibaca.com/2013/01/cara-membuat-slide-header-di-blog.html#ixzz2yT5HaYef Under Creative Commons License: Attribution

Bahaya dan Mamfaat Kopi

Dalam kehidupan Sehari -Hari

Sikecil Suka Ngompol

Ini Cara Mengatasinya .

Bahaya Mi Instant Bagi Kesehatan

Dalam Kehidupan Sehari - Hari

Mamfaat dan Khasiat Minum Teh Hangat

Dalam Kehidupan Sehari - Hari

Tampilkan postingan dengan label Hubungan Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hubungan Sosial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Maret 2014

Cara Mengetahui Seseorang Masih Ingat Sang-X


Merasa kekasih belum bisa melepaskan mantannya? Benarkah ia masih memiliki perasaan terhadap seseorang dari masa lalu? Kedekatan kekasih dengan mantannya memang membuat jengah. Tapi jangan buru-buru cemburu buta. Kenali dulu tanda-tandanya. Yuk cari tahu!

Nama sang mantan sering muncul
Sengaja maupun tidak, kekasih sering mengucapkan nama mantan di sela percakapan. Ada saja hal-hal yang membuat nama sang mantan tak lepas dari bibir kekasih Anda.

Berhubungan baik dan saling bergantung
Tak salah rasanya jika tetap memiliki hubungan baik dengan mantan kekasih, tapi jika saling bergantung, rasanya berlebihan. Jika kekasih Anda sering mendahulukan mantannya yang meminta bantuan ketimbang menelepon atau bertemu dengan Anda, maka ini pertanda bahaya. Hubungan kekasih dan mantan berarti masih sangat kuat.

Berhubungan rutin
Menanyakan kabar sesekali lewat SMS, BBM atau jejaring sosial tentu bukan masalah besar. namun jika komunikasi dilakukan secara intens dan setiap saat, itu dapat memiliki arti lain. Sebaiknya mulailah bertanya pada kekasih, apa yang ia bicarakan dengan mantan kekasihnya setiap hari di telepon atau pesan singkat. Dari jawabannya, Anda tentu bisa menilai jika ada sesuatu yang tidak beres.

Membandingkan Anda dengan mantan kekasihnya
Ini merupakan tindakan yang menyebalkan. Siapa pun pasti tak ingin dibandingkan dengan orang lain, apalagi dengan mantan pacar si kekasih. Jika pacar Anda melakukannya, maka mungkin memang ia belum bisa melepaskan mantannya dengan ikhlas.

Masih menyimpan barang peninggalan
Foto dan hadiah-hadiah dari sang mantan masih menjadi barang kesayangan kekasih? Sebaiknya Anda dan kekasih harus mulai berdiskusi mengenai hubungan kalian ke depan. Karena hal ini merupakan tanda yang jelas bahwa kekasih belum bisa melepaskan diri dari masa lalu.

Kekasih tak suka dengan pacar baru mantannya
Setiap sang mantan dekat dengan orang lain, emosi kekasih Anda pasti tersulut. Ini berarti ia masih belum rela melepaskan mantannya.

Masih membahas kesalahan sang mantan
Tak hanya memori baik yang bisa dijadikan tanda bahwa kekasih masih menyukai mantannya. terkadang keluhan mengenai kesalahan mantan yang ia bahas terus menerus juga bisa berarti bahwa perasaannya terhadap sang mantan masih kuat.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan tanda-tanda lain seperti salah memanggil nama Anda dan tertukar dengan nama sang mantan, membawa Anda ke tempat kenangannya bersama sang mantan atau terus menerus mendengarkan lagu sedih layaknya orang kehilangan. Hal ini dapat berarti, Anda hanya dijadikan pelipur lara di kala ia kehilangan kekasih.

Cara Cerdas Menghindari Teman Meminjam Uang


Satu - dua kali Anda mengabulkan permintaan teman yang ingin meminjam uang Anda, dan bersyukur karena teman tersebut membayar pada waktunya. Namun karena sang teman ini tahu Anda selalu mengabulkan permintaannya, ia jadi seperti mengandalkan Anda.

Hal inilah yang menyebabkan Anda berpikir-pikir lagi jika ada teman lain yang ingin berhutang. Selain pinjaman tunai Anda tidak kembali, hubungan pertemanan pun jadi terganggu. Namun Anda juga tidak tega saat teman tersebut "mengemis" pengertian Anda, seperti untuk membayar uang sekolah anak, atau membayar ongkos rumah sakit. Bila hal seperti ini terjadi, apa yang harus kita lakukan?

1. Apakah dia teman dekat Anda?
Bila Anda cukup mengenalnya, Anda akan tahu apakah ia berkata dengan jujur dalam menggunakan uang tersebut dan membayarnya tepat waktu. Anda mungkin akan berkata dalam hati bahwa Anda ingin menolongnya, toh Anda mempunyai tabungan yang cukup. Namun dalam banyak kasus, Pinjaman Cepat uang bukan cara terbaik untuk membantu teman. Tanyakan untuk apa uang sebanyak itu, dan tunjukkan bahwa Anda peduli. Setelah ia menjelaskan kebutuhannya, katakan bahwa Anda harus berkonsultasi dengan suami atau keluarga Anda lebih dulu.

2. Jika ia bukan teman dekat, atau teman yang sudah bertahun-tahun tidak memberi kabar, keputusan terbaik adalah dengan mengatakan, "Sori, tapi aku punya aturan untuk tidak meminjamkan uang ke teman." Pernyataan ini menunjukkan ketegasan sikap Anda, tanpa menyakiti hati teman Anda. Meskipun Anda tidak tega, bersikaplah tegas pada diri Anda sendiri.

3. Tanyakan pada diri Anda, apakah teman tersebut layak diberi Pinjaman Cepat?
Seringkali terjadi, Anda tidak mengetahui kondisi keuangan teman yang sesungguhnya, dan ternyata ia punya kebiasaan gali lubang-tutup lubang. Atau, ia meminjam uang karena ingin membeli sesuatu yang terlalu mahal untuknya. Bisa juga karena kartu kreditnya sudah masuk kategori bad debt (kredit macet) di bank, sehingga ia tak bisa lagi menggunakannya. Perhatikan juga apakah ia masih sering nongkrong di coffee shop, padahal merengek terus untuk meminjam uang. Teman seperti ini tidak layak diberi pinjaman, karena ia tidak punya tanggung jawab dengan keuangannya.

4. Apakah ia meminjam uang untuk urusan bisnis atau berupa Pinjaman Modal?
Pelajari permintaannya, apakah ia mengundang Anda untuk menjadi investor, atau sekadar untuk membiayai ongkos produksi. Jika Anda bertindak sebagai investor, Anda berhak mendapatkan pembagian keuntungan (jumlahnya bisa Anda diskusikan) atas Pinjaman Modal anda. Namun hal ini membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Apakah entrepreneurship-nya dapat diandalkan? Apakah ia memiliki potensi untuk membuat bisnisnya sukses? Sedangkan bila ia hanya ingin meminjam untuk untuk membiayai ongkos produksi atau Modal Usaha misalnya, Anda bisa meminjamkannya, namun dengan menetapkan bunga. Bagaimana pun juga, uang Anda dipergunakan untuk membiayai salah satu elemen bisnis. Bunga ini juga bisa menjadi "senjata" saat ia mulai mangkir. Bunga akan terus berjalan setiap bulan jika ia belum membayar sewa Modal Pinjaman.

Cara Menghadapi Orang yang Membosankan


Anda pernah menghadapi orang-orang yang suka mengganggu, menjengkelkan atau kehadirannya membosankan? Saya yakin kita semua pernah menghadapi orang-orang seperti ini, atau mungkin diri sendiri juga pernah melakukan hal yang sama kepada orang lain.

Jika itu terjadi sekali atau dua kali, bagi kita hal itu mungkin tidak apa-apa, tetapi ada kalanya orang-orang seperti itu muncul dalam aspek kehidupan kita di mana kita harus berurusan dengan orang yang demikian secara terus-menerus. Mereka mungkin saja rekan bisnis, rekan kerja, teman, atau bahkan anggota keluarga dan kerabat. Dalam kasus tersebut, kita harus belajar bagaimana menghadapi orang yang membosankan atau menjengkelkan. Berikut tips untuk menghadapi situasi yang demikian:

1. Anda hanya dapat mengubah sendiri
Ketika berhadapan dengan orang, selalu ingat bahwa Anda tak perlu mengubah orang lain, tapi mengubah diri sendiri. Mengubah diri sendiri saja sudah sulit, apalagi mencoba untuk mengubah orang lain. Cara terbaik untuk mengatasi situasi ini adalah untuk mengubah cara pandang dan bagaimana Anda menyikapinya.

2. Buatlah batasan Anda
Buat batasan yang jelas sehubungan dengan apa yang dapat Anda tolerir dan apa yang tidak. Kemudian konsistenlah dengan itu. Anda memiliki ruang privasi Anda sendiri dan itu hak pribadi Anda. Dengan menggambarkan batas-batas yang jelas, maka akan lebih jelas tentang jenis perilaku yang diharapkan dari orang lain. Jika Anda tidak melakukannya, maka orang cenderung tidak sadar akan batas-batas pribadi. Jika hal ini terjadi, maka Anda merasa diabaikan dan kurang direspek.

3. Bersikap tegas bila diperlukan
Jika orang yang suka mengganggu tersebut masih saja melanggar batas-batas yang Anda tentukan, maka Anda perlu tegas terhadapnya. Berikan teguran atau peringatan yang lembut pada awalnya. Jika mereka masih saja tidak paham, maka Anda harus tegaskan sekali lagi tentang batasan pribadi Anda. Hal ini mungkin membuat Anda terkesan sombong atau bersifat bossy di mata mereka, tetapi yakinlah pemahaman akan hubungan tidak terjadi dalam waktu yang singkat. Jika aturan pribadi Anda itu masuk akal, lambat laun orang lain akan menyadari bahwa Anda memang berlaku pantas terhadap diri Anda.

4 Mengabaikan mereka
Mengabaikan merupakan tindakan yang efektif di saat-saat yang tepat. Ada kalanya kata-kata harus ditahan, seperti peribahasa diam itu emas. Dengan mengabaikan orang yang suka mengganggu berarti mengisyaratkan kepada mereka bahwa Anda tidak senang dengan perilaku mereka dan hal ini dapat mendorong mereka melakukan refleksi diri.

5. Tidak perlu tersinggung
Seringkali orang-orang berperilaku dengan cara yang sama hampir kepada semua orang. Misalnya, Anda punya teman yang sangat negatif. Dia suka melontarkan kritik saat Anda bersamanya. Pada awalnya Anda berpikir dia adalah orang perhatian, karena dia mengkritik secara pribadi, tapi setelah Anda amati bagaimana dia berinteraksi dengan teman orang lain, dia juga melakukan hal yang sama. Dalam kondisi seperti ini, Anda tak perlu tersinggung lagi, karena mengkritik merupakan kebiasaan teman Anda.

6. Amati bagaimana orang lain berinteraksi dengan orang seperti ini
Memperhatikan orang lain yang sedang berinteraksi dengan orang yang suka menjengkelkan dapat memberi Anda perspektif bagaimana berhadapan dengan orang seperti itu di lain waktu. Hal ini mungkin sering kita jumpai dalam hubungan rekan kerja. Orang yang senang mengganggu atau menjengkelkan bukan orang yang harus disisihkan dari lingkaran interaksi Anda, tetapi Anda hanya perlu strategi yang lebih baik untuk meminimalkan hal yang tidak menyenangkan saat berinteraksi dengan dia.

7. Tunjukkan kebaikan
Sering kali, orang yang Anda rasa menjengkelkan tersebut berlaku demikian untuk mereka mencari empati. Beri waktu untuk mendengar unek-unek mereka. Perhatikan jika mereka membutuhkan bantuan, atau jika ada sesuatu yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka. Bisa saja  orang-orang yang sikapnya membosankan membutuhkan bantuan tetapi tidak tahu bagaimana mengungkapkannya. Bantu mereka untuk mengungkap masalah mereka, kemudian utarakan pendapat Anda, namun biarkan mereka mengambil alih situasi tersebut, karena hasil akhirnya adalah Anda ingin mereka belajar untuk mengendalikan situasi mereka sendiri, dan tidak ingin terus-menerus tergantung pada bantuan Anda.

Tips Mengenali Tanda Seseorang Jatuh Cinta


Jatuh cinta adalah perasaan yang intens, bisa indah, bisa  gila  - yang hampir dialami oleh semua orang setidaknya sekali dalam seumur hidup. Bila Anda tahu bahwa Anda sedang jatuh cinta, maka cara Anda memandang dunia dan pengalaman hidup bisa berubah dalam sekejap. Tetapi pertanyaannya adalah bagaimana cara mengetahui apakah Anda mulai jatuh cinta pada seseorang? Pertanyaan ini sedikit kurang serius bagi orang lain, tetapi cukup serius bagi Anda yang sedang mencari jawaban.

Jatuh cinta adalah suatu pengalaman berharga. Cinta pertama biasanya dikenang seumur hidup, tidak soal bagaimana warna pengalaman seseorang saat mengalaminya. Tapi bagaimana untuk mengetahui apakah Anda sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya?

Setiap orang memiliki pengalaman yang unik dalam ‘percintaan’. Banyak orang yang percaya pada cinta pandangan pertama, sementara yang lain berpendapat bahwa cinta yang paling ideal adalah di mana ada dua orang yang mengerti satu sama lain dan proses jatuh cinta berlangsung secara bertahap.

Namun bila Anda sedang jatuh cinta, entah itu akibat dari proses jatuh cinta secara bertahap maupun pandangan pertama, Anda mengalami hal yang sama seperti yang dialami semua orang –  yakni perasaan yang mendesak, sedikit membingungkan dan sulit untuk dijelaskan.

Cara mengetahui bahwa Anda mulai jatuh cinta
Jatuh cinta dapat dikatakan suatu emosi tunggal, tetapi emosi ini menyebabkan begitu banyak perubahan hormonal, kimia dan emosional, yang hampir tidak bisa dipercaya.

1. Kupu-kupu di perut*
Ini hanya sebuah ungkapan. Kupu-kupu biasanya melambangkan cinta. Penulis tidak tahu apa yang melatarbelakangi penggunaan istilah ini. Namun, ada ungkapan bahwa:
Cinta seperti kupu-kupu, ia pergi kemana ia senang dan memberi kesenangan kemana ia pergi.
Cinta seperti kupu-kupu, bila dipegang erat - ia remuk, bila terlalu longgar - ia akan pergi.

Sebagaimana dikutip dari Lovepank.com, mereka yang mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama itu akan mengalami kupu-kupu di perut, yakni suatu sensasi samar ingin muntah dan rasanya ingin ke toilet. Perut mulai sedikit berkontraksi dan pada bagian dalam perut seperti  ada yang bergerak. (cacing kaleee…)

Anehnya, tidak ada yang benar-benar tahu mengapa hal itu terjadi. Beberapa ilmuwan percaya bahwa sensasi kupu-kupu di perut disebabkan oleh pelepasan adrenalin dalam tubuh karena kegelisahan yang Anda alami ketika Anda sedang jatuh cinta. 

2. Kebahagiaan yang tidak terlukiskan
Apakah secara tidak sadar mencium bantal, melompat-lompat kegirangan tanpa alasan yang jelas dan memanggil kekasih anda dengan nama yang unik, lucu, atau bahkan aneh. Remaja masa ada yang memanggil kekasihnya hani, bunni, kiyut, cebol, ayank, [mo]nyet dsb. Bila seperti ini terjadi, Anda kemungkinan sedang jatuh cinta.

Menurut Helen Fisher, antropolog dari Rutgers University, ketika seseorang jatuh cinta, tingkat dopamin di otak meningkat karena peningkatan aliran darah ke daerah di mana reseptor dopamin ada. Dopamin membuat seseorang lebih bersemangat, energik dan penuh kehidupan.

Pelepasan dopamin pada otak membuat Anda penuh kebahagiaan, namun anehnya merasa sulit tidur, gelisah  dan membuat Anda lebih banyak memikirkan kekasih Anda.

3. Anda tidak bisa memikirkan orang lain
Ketika Anda sedang jatuh cinta, Anda tidak bisa serius memikirkan apa pun selain kekasih Anda. Pikiran itu terus berputar-putar dalam pikiran Anda dan Anda tidak bisa bekerja, mengingat hal lain dengan baik atau fokus pada kepentingan lainnya. Hal ini disebabkan norepinefrin, senyawa kimia yang dilepaskan bersama dengan dopamin dalam otak.

4. Anda bisa jadi tertarik secara seksual!
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada beberapa pasangan muda yang sedang jatuh cinta, terlihat bahwa tingkat serotonin, suatu neurotransmitter yang ditemukan terutama di saluran usus, turun sangat rendah. Kondisi ini sama seperti yang dialami oleh orang-orang yang menderita gangguan obsesif kompulsif. Artinya, kemungkinan ini yang membuat Anda mudah terbakar cemburu.

Namun di sisi lain, harus diwaspadai bahwa kadar serotonin rendah pasangan muda meningkatkan keinginan untuk berhubungan intim. Pikirkan konsekuensinya.

5. Anda merasa mudah tertekan
Anda akan lebih mudah marah jika orang yang Anda sukai membuat Anda kesal? Itu tandanya Anda mungkin jatuh cinta. Sementara penurunan tingkat serotonin membuat Anda lebih gembira, namun juga sekaligus membuat Anda tertekan dan cemas!

Hal-hal kecil pun bisa mengganggu Anda atau kekasih Anda, dan Anda berdua berusaha menikmati banyak waktu berdua untuk menyenangkan satu sama lain sebagai cara untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang. Meskipun upaya ini meningkatkan cinta dan daya tarik, namun sekaligus juga mudah mendatangkan rasa kecewa dan rentan terhadap rasa sakit hati dan depresi.

Jadi sekarang apakah Anda sudah mengetahui tandanya? Bila Anda jatuh cinta, maka Anda akan mengalami sedikitnya dua  kondisi yang telah dijelaskan di sini. Tapi, apakah cinta Anda akan bertahan selamanya? Itu sudah cerita lain lagi, karena jatuh cinta dengan terus mencintai dan dicintai adalah dua pengalaman yang sama sekali berbeda.

Bagaimana Menyikapi Konflik dalam Hubungan



Setiap yang namanya hubungan dalam hidup kita seperti persahabatan, keluarga, romantika atau berpacaran,  hubungan profesional  dan sebagainya berpotensi dapat dihancurkan oleh konflik. Solusinya bukan mengabaikan konflik atau terus-menerus mencari seseorang atau sekelompok orang yang sempurna.

Tidak seorang pun yang hidup tidak pernah menghadapi  konflik. Kita bisa berusaha menjauhinya atau menyelesaikannya, namun tidak ada jaminan bahwa di tempat lain atau di masa yang akan datang konflik tidak muncul lagi. Bila Anda menghadapi konflik, apa yang perlu anda pertimbangkan untuk mengatasinya?

Sampai pada taraf tertentu, satu-satunya hal yang dapat kita ubah adalah diri kita dalam hal hubungan dan sikap kita sendiri. Kita tidak bisa berharap untuk mengubah orang lain, tapi kita bisa belajar untuk menangani hubungan dengan cara mengutamakan harmoni dan meminimalkan pemicu konflik. Menyelesaikan konflik dalam hubungan adalah salah satu keterampilan hidup yang paling penting kita yang perlu dikembangkan.

Perlunya melihat masalah dari perspektif orang lain

Jika kita menghadapi masalah yang sulit, penting untuk melihat masalah dari sudut pandang orang lain. Ini tidak berarti kita harus setuju dengan pandangan mereka,  tetapi upaya mencoba untuk melihat masalah dari perspektif yang berbeda. Empati ini setidaknya dapat membantu kita untuk memahami latar belakang mereka, dan mengapa mereka memiliki pola pikir tertentu. Jika kita dapat melakukan hal ini kita mungkin memiliki sikap toleran, karena berusaha memahami mengapa mereka bertindak dengan cara tertentu. Jika kita hanya melihat sesuatu dari sudut pandang diri kita sendiri, konflik akan jauh lebih mungkin terjadi.

Sikap toleran

Penyebab utama konflik dalam hubungan adalah ketika kita mengharapkan orang untuk berperilaku dengan cara tertentu. Mengharapkan perilaku tertentu bisa saja membuat kita marah ketika mereka gagal berperilaku sesuai dengan harapan kita. Bahkan orang-orang yang dekat dengan kita sekalipun, kita perlu bersikap toleran terhadap kesalahan dan keterbatasan mereka.

Kita harus menghormati keputusan mereka tentang bagaimana menjalani hidup mereka. Toleran disini tidaklah berarti ketidakpedulian. Kita tetap mempertahankan kepedulian dan niat baik, tetapi pada satu titik tertentu bisa terjadi, di mana kita perlu memberikan orang kebebasan untuk membuat pilihan mereka sendiri - meskipun kita tidak setuju dengan mereka. Hal seperti ini sering dijumpai terutama bagi orang tua yang memiliki harapan sehubungan dengan bagaimana anak-anak mereka akan menjalani kehidupan mereka.

Menyikapi kemarahan

Sayangnya, jika kita menanggapi situasi dengan marah kita akan memperburuk masalah. Kemarahan menimbulkan perasaan agresi dan kecaman dalam konflik . Kemarahan biasanya mendorong orang untuk merespon dengan cara yang sama. Oleh karena itu kita perlu mengendalikan kemarahan. Jika kita merasa marah, solusi terbaik adalah dengan menghindari berbicara / berdebat pada waktu tertentu. Kita harus menenangkan kemarahan kita sebelum menghadapi orang lain, karena konflik akan semakin buruk oleh kemarahan. Demikian pula, jika orang mendekati kita dengan kemarahan, kita harus merespon dengan cara yang berbeda, lebih baik berdiam diri daripada membalas dengan kemarahan.
Penyebab utama konflik dalam hubungan adalah ketika kita mengharapkan orang untuk berperilaku dengan cara tertentu.

Menghargai harmoni

Sebenarnya dalam setiap hubungan kita berupaya mewujudkan apa yang kita cita-citakan, apakah itu di tempat kerja, dalam pernikahan, dalam hubungan keluarga, dalam komunitas dan sebagainya. Bila kita benar-benar menghargai harmoni dalam hubungan kita dengan orang lain, maka cita-cita tersebut akan lebih mudah diwujudkan. Jika kita cenderung lebih tertarik untuk membuktikan diri benar dan ego kita, maka akan ada perasaan superioritas dan inferioritas yang melahirkan konflik. Jika kita selalu mengingatkan diri kita untuk mengedepankan harmoni, maka kita tidak akan membiarkan diri kita untuk menjadi bulan-bulanan pertengkaran; sebaliknya memikirkan solusi untuk mencapai harmoni.

Rasa kesatuan

Rahasia nyata untuk menjaga hubungan yang baik adalah menghidupkan rasa kesatuan. Ini berarti kita akan merasa senang pada keberhasilan orang lain, kita akan bersimpati ketika mereka mengalami kesulitan, kita akan berusaha untuk menghindari menyakiti perasaan mereka. Dalam kesatuan tidak ada superioritas dan inferioritas. Tanpa kesatuan, kita cenderung membanggakan diri, kecemburuan dan rasa tidak aman. Orang-orang yang memiliki kesatuan tentu saja seperasaan dengan orang lain, sehingga anggotanya menghindari menyakiti orang lain.

Ketidaknyamanan hubungan dan ketenangan batin

Ketika menghadapi ketidaknyamanan hubungan, maka ketenangan batin pun sulit dirasakan. Tidak adanya ketenangan batin bisa membuat diri kita cenderung membela diri dan menghakimi tentang orang lain dengan cara mengkritik orang lain dan membuktikan diri kita benar. Ini merupakan refleks untuk membuat diri kita merasa lebih baik. Sayangnya ini hanyalah kedamaian semu, dan biasanya berlaku sementara waktu.

Ketika kita mengalami kedamaian batin yang sejati, maka hubungan baik akan alami, dimana kita tidak bergantung pada orang lain untuk memberikan rasa nyaman dan pujian. Ketika kita berdamai dengan diri kita sendiri, kita cenderung memiliki pandangan simpatik dan positif dari dunia.

Seringkali kita ingin menyalahkan hubungan yang buruk pada orang lain, tetapi, sebenarnya satu-satunya hal yang lebih ampuh  untuk  mempertahankan kedamaian batin adalah berupaya menciptakannya dalam diri kita sendiri. Jika kita mengembangkan kedamaian batin dan ketenangan, hubungan akan lebih mudah dijalani.

Berbicaralah

Ketika ketegangan muncul, berbicara dengan orang lain yang terlibat dalam situasi tersebut merupakan cara yang paling efektif. Namun, seperti disebut di atas, sebaiknya amarah diredakan dahulu agar komunikasi berjalan lancar. Tidak jarang, konflik muncul akibat gesekan-gesekan di masa lalu yang tentu saja akan menjadi bagian dalam pembicaraan. Jika permasalahannya demikian, pertimbangkanlah agar kata-kata yang anda sampaikan tidak memperburuk masalah. Carilah topik yang menciptakan suasana lebih santai saat memulai pembicaraan.

Mengungkit masalah

Meskipun kita tidak ingin membawa dendam lama, kadang-kadang penting untuk membuat orang lain menyadari masalah yang mereka buat. Jika kita merasa orang lain secara terus-menerus melakukan sesuatu yang salah, kita perlu untuk membuat mereka menyadari perilaku mereka dengan cara tidak konfrontatif.  Demikian juga dengan kita sendiri, bisa saja sering menciptakan masalah namun tidak menyadari bahwa itu benar-benar menyakiti orang lain. Jika hal itu terjadi, pendekatan terbaik untuk membuat orang menyadari bagaimana tindakan mereka menyebabkan rasa sakit kepada orang lain adalah dengan mencari cara yang tidak membuat mereka merasa terlalu bersalah. Berikan mereka ruang dan dorongan untuk melakukan perubahan yang diperlukan.

Seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tidak retak. Tidak ada masalah yang tidak terselesaikan. Jika kita bersedia untuk mengubah sikap kita, kita dapat mengembangkan harmoni bahkan dengan orang lain. Penting untuk selalu bersikap positif dan melupakan masa lalu. Jika kita dapat mengembangkan harmoni dalam hubungan kita, hal itu akan membuat perbedaan besar dalam kehidupan kita.

Tips Menyikapi Kesedihan Akibat Putus Cinta


Tips menghadapi kesedihan akibat kehilangan seseorang. Tidak ada orang yang dapat membuat Anda untuk siap menghadapi sebuah kehilangan atau putusnya hubungan dengan orang lain. Apakah Anda berdua memutuskan untuk mengakhiri hubungan atau terputus akibat  kematian, keduanya tetap meninggalkan sebuah simptom kesedihan selama beberapa waktu.
Anda tidak mengharapkannya terjadi, dan saat menyadari hal itu sudah berakhir, rasanya seperti terpukul…dan menyakitkan.
Tidak mudah membangun jalan menuju sebuah kedekatan emosional, kemudian memutuskan ikatan tersebut tanpa mendatangkan dampak apapun. Fondasi cinta adalah berbagi, kepercayaan, dan intimasi. Dalam ikatan tersebut – yang seharusnya kuat – sayangnya, melekat pula kerapuhan. Kerapuhan ini juga mendorong mereka yang terlibat dalam suatu hubungan untuk mengemukakan pikiran dan emosi dalam bentuk pengalaman berbagi. Sayangnya, jika keadaan tidak lagi kondusif untuk menjaga fondasi cinta, maka hubungan mulai di ambang keretakan. Keadaan yang tidak kondusif ini biasanya ditandai dengan konflik. Bila ini terjadi, Anda perlu segera mengatasi konflik dengan baik.

Dalam banyak kasus, pasangan adalah teman terbaik seseorang. Oleh sebab itu menghadapi putusnya suatu hubungan menjadi lebih sulit jika mereka juga membina hubungan satu sama lain sebagai teman-baik. Dengan putusnya suatu hubungan, tentulah kesempatan untuk curhat akan berkurang atau hilang sama sekali. Inilah yang membuat seseorang semakin merasa kesepian, galau, bahkan frustasi.

Tips menghadapi patah hati atau putus cinta

Lalu sekarang bagaimana?
Bila Anda merasa kesepian, galau, atau sedih karena putusnya hubungan, jangan berlama-lama risau. Terhiburlah,  karena setidaknya Anda tidak sendiri.  Hal berikut mungkin dapat membantu Anda menghadapi perasaan yang tidak menyenangkan di atas akibat putus hubungan.

Hadapi ketidaknyamanan Anda

Putus hubungan tentu menyisakan ketidaknyamanan. Itu bisa singkat atau lama. Namun, ingatlah kembali bahwa penyembuhan memerlukan waktu. Seringkali kita mengatakan pada diri sendiri “aku kuat” atau “keep smile…” atau “gugur, eh - putus satu tumbuh seribu”, lalu menyimpan semua itu dalam hati.  Cara ini cenderung membuat Anda semakin memikirkan mantan Anda. Sadarilah, bahwa ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk bersedih. Dampak emosional akibat putusnya hubungan memang memerlukan waktu untuk ‘berkabung’. Berkabung tidak selau berimplikasi negatif, sejauh Anda melakukannya dengan rasional.

Jika Anda pria, Anda mungkin berpikir ‘saya kan cowok, harus kuat!’. Ya, kuat! Hulk juga kuat, tetapi dia harus jatuh dan otot-ototnya beringsut, baru ia kembali ke wujud normal dan merasa manusiawi.

Lakukan penyembuhan diri. 

Ada orang yang mencari bantuan lewat buku. Ada orang yang curhat pada teman, ada yang menulis diari atau blog misalnya untuk mengekspresikan isi hati mereka. Cari cara positif yang Anda sukai untuk memberi waktu buat diri Anda menyalurkan apa yang tersendat di hati.

Sadarilah bahwa saat seperti ini, Anda tidak fit benar. Dampak putusnya hubungan akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental Anda. Menghabiskan waktu sedikit lebih banyak bersama teman-teman biasanya menjadi pilihan sebagian orang. Teman-teman dapat mengalihkan perhatian Anda untuk melupakan ketidaknyamanan  yang Anda alami. Ada ungkapan yang mengatakan a friend in need is a friend indeed. Kalau begitu, jangan sering mengabaikan teman Anda saat pacar Anda ada.

Perbaiki diri

Saat menjalani suatu hubungan, maka ada sejumlah perhatian yang Anda dapat dan beri. Dengan status single, anda punya lebih banyak waktu untuk memberikan perhatian pada diri sendiri. Temukan kembali bagian penting dari hidup anda yang selama ini terabaikan karena tersita oleh hubungan. Perbaharui kembali komitmen Anda pada diri sendiri untuk menjadi orang yang Anda inginkan.

Life must go on

Kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan setidaknya separuh waktu dari lamanya suatu hubungan untuk memulihkan diri dan bebas dari penderitaan yang diakibatkan oleh putusnya hubungan. Ternyata, waktu juga berperan penting dalam mengikis ketidaknyamanan akibat putusnya suatu hubungan. Hal ini memang tak mudah, but life must go on - kata orang sono lagi.

Cinta itu Apa? Pencarian Arti dan Esensi Kehidupan

Apa itu cinta? Pertanyaan seperti ini hampir pasti pernah kita tanyakan pada diri kita sendiri. Hal ini sudah terjadi berabad-abad, dimana ada hubungan emosional manusia, disitu pula cinta merekah dan mengukir ceritanya. Setiap orang punya definisi sendiri untuk menjelaskan arti cinta. Anda pun pasti punya definisi sendiri bukan?

Bagi sebagian orang cinta adalah persahabatan. Cinta adalah sesuatu yang memiliki aura positif dan merupakan suatu keberuntungan. Orang yang menemukan cinta atau saling mencintai dalam suatu lingkaran pertemanan adalah orang-orang yang beruntung. Tidak peduli bagaimana Anda mendefinisikan atau merasakannya, cinta adalah kemistri yang abadi dalam sejarah umat manusia.

Jadi apa itu cinta? 
Cinta universal dalam istilah umum lainnya disebut kasih. Mengutip dari 1 Korintus 13, bahwa kasih itu sabar. Ya, kasih membuat kita lebih panjang sabar. Kasih itu murah hati. Ya, ini juga. Hampir dapat dipastikan Anda selalu punya cara yang benar untuk menolong karena didorong oleh kasih.

Kasih itu tidak cemburu. Ha? Sepintas memang, harusnya cemburu ya kan? Tetapi kasih yang tidak cemburu ini memaksudkan hal yang lebih luas – lebih dari kasih romantis antara pria dan wanita, yang justru sering menghadapi kecemburuan. Kasih tidak cemburu ini memaksudkan tidak iri hati atau berprasangka. Kasih itu tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ya, ini jelas. Sifat kasih mencerminkan perlakuan yang bermartabat bagi semua orang.

Selanjutnya, kasih tidak melakukan hal yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Kasih tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

Sekilas dapat kita simpulkan, cinta merupakan esensi kehidupan. Ia melindungi, memelihara mempertahankan dan berharap hal-hal positif dari setiap aspek kehidupan kita.

Darimana datangnya Cinta
Cinta dapat tumbuh diantara dua orang atau lebih. Sebagaimana itu terjadi pada setiap orang. Cinta menjadi pemersatu yang mengikat dan menghubungkan kita dalam satu lingkaran kepercayaan, respek, keakraban dan saling ketergantungan. Hal ini meningkatkan hubungan dan kenyamanan.

Cinta merupakan pengalaman dan perasaan. Meskipun cinta menimbulkan banyak keingintahuan dalam benak kita, belum pernah kita dengar ada orang yang tertarik mengukur kedalaman cinta secara ilmiah. Kedalaman cinta tidak dapat diukur. Mari kita ingat hubungan antara kita dan ibu kita. Ibu mencintai anak tanpa syarat, mungkin ayah pun begitu. Kedalaman cinta tidak dapat diukur, akan tetapi dimensi cinta yang berbeda dapat kita lihat dalam berbagai hubungan manusia.

Cinta dapat dibuat?  Ya, dengan berfokus pada kebaikan orang lain maka cinta akan tumbuh. Jika kita dapat melakukan hal ini, maka bisa mencintai dengan mudah. Mengingat bahwa kita semua memiliki beberapa aspek positif dalam diri kita, kita bisa menumbuhkan cinta bila punya kemauan.

Bentuk-bentuk Cinta
Tergantung pada konteksnya, cinta memiliki bentuk yang berbeda. Ada cinta romantis yang mendalam, intens dan seumur hidup. Bentuk cinta ini dapat ditemukan pada pasangan suami-istri atau mulai dirasakan oleh pria dan wanita yang menjalin hubungan menuju pernikahan.

Ada cinta persaudaraan, yakni hubungan yang terjalin diantara sekelompok orang yang memiliki kekerabatan atau perasaan sepenanggungan. Ini mungkin terjadi dalam satu wilayah, komunitas, klan, profesi dan sebagainya.

Ada cinta tanpa syarat. Ini bisa terjadi diantara hubungan orangtua dan anak, dan bisa juga terjadi dimana saja. Banyak kisah yang menginspirasi kita tentang cinta tanpa syarat ini, misalnya apa yang dilakukan Bunda Theresa di India. Atau mungkin Anda melakukan hal yang bermanfaat bagi orang yang sama sekali belum Anda kenal dan Anda tidak mengharapkan balasan dan kepentingan apapun darinya.

Seringkali cinta tanpa syarat ini kita artikan sebagai cinta yang murni atau tulus, bahkan merujuk pada cinta yang Ilahi.

Penggunaan yang Ambigu
Meskipun cinta memiliki makna yang sangat positif  dalam pemahaman kita, namun istilah yang ambigu juga kita temukan dalam kehidupan sehari-hari sehubungan dengan cinta ini. Di satu sisi ada ungkapan “apalah hidup tanpa cinta”, di sisi lain ada ungkapan dramatis “gara-gara cinta hidup menderita”. Kita dapat memaklumi, ini hanya ekspresi galau dari mereka yang suatu ketika dirundung kepedihan. Ungkapan ini dengan jelas sekali menyiratkan bahwa cinta seharusnya mendatangkan hal-hal baik, bukan penderitaan. Namanya juga majas ironi, bukan?

Senada dengan penggunaan ironi di atas, tidak hanya alamat palsu – ada cinta palsu, cinta separuh jiwa, bukan cinta biasa, cinta karet, cinta monyet (sejenis cinta yang dimiliki para pecinta satwa jenis monyet mungkin?), dsb. Begitu banyak eskpresi yang melibatkan kata cinta yang populer dalam komunikasi keseharian kita.

Bila kita kembali ke paragraf ketiga artikel ini, dan kita menggunakan waktu sejenak merenungkan apa itu cinta, mungkin kita akan enggan menyandingkan kata ‘cinta’ dengan kata-kata yang tidak sepadan dengan makna cinta yang indah.

Akan selalu ada bentuk ketidaksepakatan, penolakan, atau masalah yang kita jumpai sepanjang berinteraksi dengan orang lain. Daripada mengkambinghitamkan kata ‘cinta’ lebih baik kita memahami perspektif. Cinta adalah cinta, tak ada tapi benci.

Sekali lagi, apa itu cinta? Sebagian orang mungkin lebih suka menunjukkan cinta lewat perbuatan ketimbang menjelaskannya dengan kata-kata. Akhirnya, karena cinta merupakan topik yang sangat menarik bahkan dalam beberapa disiplin ilmu, maka pada artikel berikutnya kita coba lihat apa itu cinta menurut perspektif mereka.

Masalah Pacaran Jarak Jauh dan Cara Menanganinya


Suatu hubungan pacaran membutuhkan sejumlah besar penyesuaian dan pengorbanan. Penyesuaian dan pengorbanan ini harus dilakukan bersama-sama oleh kedua pihak. Pasangan yang sama-sama mencintai, berkomitmen dan benar-benar jujur tentang perasaan mereka satu sama lain, akan lebih mudah melewati berbagai hambatan yang berpotensi menyebabkan keretakan hubungan.

Setiap hubungan memiliki tantangan masing-masing. Akan tetapi, hubungan pacaran jarak jauh atau istilah bekennya LDR (long distance relationship) sejauh ini lebih beresiko menghadapi berbagai masalah. Meskipun sebagian perkembangan perangkat telekomunikasi sangat membantu kita dalam berkomunikasi, hal itu tidak cukup membantu. Pacaran jarak jauh tetap menyisakan sejumlah tantangan.

Beberapa hal berikut mungkin timbul, yang kerap menjadi tanda bahwa pacaran jarak jauh Anda sedang bermasalah:

1. Perubahan Sikap Pasangan

Perubahan sikap atau perilaku pasangan merupakan tanda ada masalah dalam pacaran jarak jauh. Anda mungkin melihat sinyal-sinyal perubahan pada sikap pasangan baik secara jelas maupun samar. Misalnya, cukup sering mendapati hal-hal yang janggal dalam percakapannya, dan ketika anda mengklarifikasi, Anda tidak mendapat jawaban yang masuk akal, atau bahkan mendapat respon yang tidak seharusnya – seperti memilih diam dan menghindari topik.

Perubahan sikap ini juga dapat terlihat dari kurangnya antusiasme. Ketika Anda membicarakan topik yang sebelumnya mengundang antusiasmenya, kini ia terdengar bosan. Dan ketika Anda memberi waktu untuk mendengar curhatnya, ia tidak tertarik. Sikap seperti ini juga makin terlihat dari berkurangnya frekuensi perhatiannya kepada Anda. Pada awalnya Anda memahami bahwa ia mungkin sibuk, dan Anda terus memberi perhatian, namun mendapat respon yang minim.

Ada prinsip dalam pacaran bahwa, mereka yang saling menyayangi akan saling mendahului dalam memberi perhatian. Akan tetapi, bila ia sangat jarang memberi perhatian terlebih dahulu, ini jelas menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres dalam hubungan jarak jauh Anda.

Cara mengatasinya, jagalah komunikasi Anda agar tetap lancar, berikan perhatian yang semestinya. Beritahu perubahan-perubahan kecil dalam hidup Anda yang mungkin menyebabkan perubahan kebiasaan Anda berkomunikasi dengannya.

2. Kecemburuan 

Cemburu adalah salah satu emosi yang menggerogoti dalam. Cemburu bukanlah hal buruk, asalkan tanda ini diperlihatkan secara tepat. Cemburu adalah naluri bahwa kita manusia harus melindungi kita dari kehilangan orang yang kita cintai.

Dalam pacaran jarak jauh, kecemburuan merupakan salah satu masalah yang sering timbul dan memicu pertengkaran. Anda maupun orang yang Anda cintai terpisah oleh jarak, sehingga rasa curiga mudah sekali menyelinap karena keterbatasan tatap muka.

Tidak baik membuat orang yang Anda cintai cemburu. Jangan pernah berpikir untuk mencobai seberapa dalam cintanya dengan melakukan sedikit trik dan membuat ia cemburu. Sengaja membuat pasangan Anda cemburu berarti Anda tidak respek terhadapnya.

Lagipula Anda tidak ingin bermuka dua dalam memperlakukan setiap orang. Perlakukanlah mereka semestinya, baik di hadapan orang yang Anda cintai maupun di luar pengetahuan mereka. Bila suatu situasi dalam kendali Anda, hindarilah hal-hal yang memicu kecemburuan pasangan.

3.  Sering Bertengkar

Kita semua tahu bahwa pertengkaran dan berargumen adalah hal normal dalam sebuah hubungan. Tapi pasangan yang terlalu sering bertengkar merupakan tanda-tanda adanya ketidakberesan dalam hubungan. Pertengkaran yang terlalu sering menyebabkan stres dan kekhawatiran. Tidak jarang hal ini disebabkan oleh kecemburuan.

Bila Anda bertengkar karena hal-hal yang tidak semestinya, misalnya karena cemburu yang tidak pada tempatnya, cobalah menjelaskan duduk persoalan. Beri waktu kepada pasangan Anda untuk mengungkapkan pendapat. Ingatlah, bahwa Anda berargumen bukan untuk menang atas pihak lain, tetapi untuk menyamakan perspektif dalam memandang permasalahan. Bila kedua pihak saling mendengarkan, kemungkinan besar masalah pertengkaran ini bisa diatasi lebih mudah.

4. Merasa Kesepian

Kesepian karena jauh dari orang yang Anda cintai merupakan situasi yang tidak enak. Akan tetapi  hal ini cukup menantang apabila kedua pihak sama-sama hadir pada saat yang sama ketika keduanya dalam situasi ini.

Namun bila salah satu pihak sering tidak hadir pada saat pihak lain dilanda kesepian, hal ini dapat menimbulkan masalah, cepat atau lambat. Orang yang kesepian akan merasa sangat terabaikan apabila mereka tidak mendapat respon yang seharusnya.

Rasa kesepian merupakan hal yang paling sering dialami oleh orang yang berada dalam pacaran jarak jauh. Namun, bila kedua pihak saling memahami alasan mengapa mereka harus mengalami kesepian di waktu-waktu tertentu, atau apa yang menyebabkan salah satu pihak tidak hadir ketika pihak lain membutuhkan, tentu hal ini tidak menjadi masalah besar.

Bila Anda kesepian, lakukan kegiatan yang menyenangkan. Misalnya, menggunakan waktu Anda untuk hobi, atau bersama teman-teman Anda. Ceritakan kepada pasangan Anda tentang kegiatan yang Anda lakukan. Hal ini bukan membuat diri Anda terlihat sebagai orang yang takut pacar, tetapi untuk menjaga komunikasi dan menghindari timbulnya prasangka buruk darinya.

5. Percakapan yang Buruk

Percakapan yang buruk dapat timbul oleh mood yang buruk. Timing yang tidak tepat dalam memulai percakapan, topik yang tidak menarik dan sikap  yang terlalu sensitif dapat menyebabkan suasana hati yang buruk. Tidak jarang, percakapan yang buruk berasal dari gesekan-gesekan lain, seperti rasa cemburu,  kesal, pertengkaran sebelumnya, dan kesalahpahaman.

Bila percakapan yang buruk cukup lama berlangsung, maka hal ini menjadi tanda-tanda keretakan dalam hubungan. Tidak ada pasangan yang dapat bertahan dalam komunikasi yang buruk. Kunci orang dapat terus terhubung satu sama lain adalah komunikasi yang baik.

Anda harus menghindari percakapan yang buruk dengan mempelajari ‘apa yang disukai pasangan Anda’. Anda harus belajar menempatkan percakapan, dan tahu kapan bercanda dan kapan membicarakan hal serius.

6. Ketidakpastian masa depan

Hampir tidak ada di dunia ini yang pasti. Kepastian dalam hubungan menjadi hal penting bagi pasangan dalam menjalani hubungan. Karena pacaran jarak jauh rentan dengan perubahan sikap kedua belah pihak, maka perubahan sekecil apapun dapat menggoyahkan kepercayaan pasangan.

Pernyataan sikap atau komitmen tentang masa depan hubungan menjadi hal penting diantara kedua belah pihak. Hal ini dapat membuat masing-masing lebih merasa aman dalam menjalani hubungan, disamping komitmen ini menjadi pengingat bagi mereka untuk terus berupaya mempertahankan komunikasi dan kedekatan.

Disamping itu, dalam hubungan jarak jauh sangat penting agar kedua pihak sepakat kapan mereka akan kembali bersama.

So, bila hubungan jarak jauh Anda bermasalah, segera lakukan langkah-langkah perbaikan. Anda tidak ingin kehilangan orang yang Anda cintai bukan?

Jatuh Cinta, Apa Manfaatnya bagi Anda?


Berada dalam “atmosfer” jatuh cinta dapat mendatangkan perubahan pada diri seseorang. Ada perasaan yang campur aduk seperti  roller coaster. Kadang senang, kadang cemas, kadang datar-datar saja.

Disadari atau tidak, perasaan jatuh cinta juga terlihat pada kebiasaan dan bahkan performa kerja seseorang, misalnya menjadi lebih produktif atau malah merosot.

Anda mungkin pernah mengalami perubahan ketika jatuh cinta. Biasanya Anda jarang dandan, kini jadi lebih memperhatikan penampilan. Biasanya jarang senyum, jadi rajin senyum-senyum dan ramah terhadap semua orang.
Seorang teman  kantor saya yang semulanya adalah periang dan suka menunda pekerjaan, menjadi seorang yang pendiam, tekun dan serius. Setelah saya mencoba mengklarifikasi langsung, usut punya usut ternyata karena sang teman sedang "mengincar" pria idamannya di kantor tersebut. 
Strategi yang dilakukan untuk menarik perhatian pria itu adalah dengan menjadi sosok yang berbeda dari sebelumnya. Dan  perubahan terjadi secara alami. Dalam masa tiga bulan pengincaran, teman saya itu sudah dua kali dikandidatkan sebagai staf dengan nilai terbaik, padahal belum 'jadian' lho! Bayangkan, betapa ajaibnya sebuah perasaan 'jatuh cinta' itu. Jika saja teman saya itu jatuh cinta dalam waktu enam bulan kedepan, saya juga sulit membayangkan akan jadi seperti apa posisi dia nantinya.
Semua itu terjadi pada saat seseorang sedang jatuh cinta, dan mengalami atau melakukan perubahan pada dirinya. Sebenarnya apa sih yang memotivasi orang mencari cinta?

Menurut Professor Arthur Aron, seorang profesor  State University of New York yang telah meneliti dinamika orang yang sedang mengalami jatuh cinta, mengatakan bahwa motivasi utama kita sebagai umat manusia adalah mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan serta keefektifan dalam hidup. Salah satu caranya untuk mencapainya adalah melalui hubungan kita dengan orang lain.

Lebih lanjut menurut Aron, teori pengembangan diri ini menjadi pemicu seseorang mengalami proses jatuh cinta. Biasanya, kita jatuh cinta dengan seseorang yang menarik dan cocok menurut kita, dan juga seseorang yang memiliki ketertarikan yang sama dengan kita. Hal inilah yang membentuk situasi dimana ada kesempatan untuk membuka pintu pengembangan diri tadi. Faktanya, orang yang kepadanya kita jatuh cinta atau orang yang saling mencintai biasanya menawarkan kesempatan baru, memberi pengalaman dan cerita baru, dan bila ini terus berlanjut menawarkan kesempatan untuk menjalani hubungan jangka panjang atau pernikahan.

Nah, jatuh cinta ternyata mendatangkan manfaat positif bagi mereka yang merasakannya,  bukan berarti saya menganjurkan untuk banyak-banyak jatuh cinta lho.

Bagi Anda yang masih dalam pencarian, ada baiknya masa-masa pendekatan/pengejaran biasanya menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas diri juga. Sebaliknya bagi yang sudah punya pasangan, hendaknya tetaplah menjaga semangat "jatuh cinta" sama seperti jaman pengejaran dulu tetap termotivasi mempertahankan cinta dan prestasi kerja Anda.

Tips Mencari Teman: Tingkatkan Kualitas Diri Anda


Kebanyakan orang berpikir bahwa memuji diri sendiri, agak kedengaran sombong. Sebaliknya, kita malah sering merendahkan diri sendiri atas kualitas diri yang kita anggap kurang. Berpikir demikian boleh-boleh saja jika hal itu ditujukan sebagai kritik untuk memperbaiki diri. Namun, terus fokus terhadap kekurangan dapat menghambat upaya kita untuk memperbaiki diri dan menciptakan pertemanan dengan orang lain.

Membina hubungan baik dengan orang lain atau berteman merupakan salah satu kunci yang mendukung keberhasilan kita, baik bisnis maupun kehidupan pribadi. Kita mungkin berpikir, orang kaya, cantik atau ganteng, punya bisnis bagus selalu menjadi magnet bagi orang sekitarnya. Itu benar. Tetapi siapa bilang Anda harus memiliki semua itu untuk memiliki kehidupan pribadi dan hubungan pertemanan yang baik?

Bagaimana kita bisa memiliki percaya diri jika kita berpikir bahwa kita tidak memiliki kualitas yang dapat ditawarkan untuk membina pertemanan? Bagaimana kita bisa percaya bahwa orang lain bisa menyukai kita jika selalu menyabotase pikiran bahwa kita hanya punya sejumlah kekurangan?

Royane Real,seorang penulis tentang bagaimana menciptakan persahabatan mengatakan bahwa jika Anda ingin sukses secara sosial, penting untuk menerima kenyataan bahwa tidak semua orang akan menyukai Anda dalam semua keadaan.

Tidak semua orang akan menyukai Anda, terutama pada pertemuan pertama. Setiap orang memiliki pola unik sehubungan dengan apa yang disukai dan tidak sukai, hal ini sudah terbentuk jauh sebelum Anda bertemu mereka. Jadi, jangan menghakimi diri sendiri dan merasa gagal jika tampaknya orang lain tidak menyukai Anda.

Belajar untuk menyukai diri terlebih dahulu akan membantu kita dalam meningkatkan kemampuan kita dalam pertemanan. Yakinlah bahwa diri Anda sungguh berharga.

Jika seseorang tampaknya tidak menyukai Anda, alasan ketidaksenangan tersebut mungkin hal kecil atau sama sekali tidak ada hubungannya dengan Anda. Jika orang lain tampaknya tidak menyukai Anda, itu tidak berarti bahwa Anda tidak pantas disukai. Ini hanya soal pola yang disebutkan di atas, bahwa setiap orang punya karakteristik unik soal apa yang mereka suka dan tidak sukai.

Beberapa kualitas yang Anda anggap minus dari diri Anda mungkin tertutupi oleh kualitas Anda yang lain. Mungkin Anda merasa Anda bukan wanita yang baik dalam soal berhadapan dengan pria. Misalnya, Anda selalu kikuk dan merasa penampilan Anda kurang menarik. Tetapi, ketika Team-Work Anda melakukan outbond, mereka bisa melihat sisi Anda yang belum terlihat sebelumnya. Anda easygoing, menyukai alam, gesit dan punya selera humor yang baik.

Jika Anda khawatir bahwa Anda tidak cukup cantik untuk menarik teman-teman, perlu diingat bahwa tidak semua orang mencari kecantikan fisik pada teman-teman mereka.

Jangan fokus pada semua kekurangan Anda. Setiap orang memiliki kelemahan. Fokuslah pada aset Anda, yakni kualitas pribadi Anda.

Jika kita fokus pada kualitas yang baik maka kita akan memiliki lebih banyak keyakinan bahwa kita memiliki sesuatu yang bernilai untuk ditawarkan dalam suatu hubungan.

Berpikir bahwa diri sendiri memiliki kualitas yang baik bukan berarti sombong, ini hanya untuk mengingatkan diri kita bahwa kita fokus pada hal-hal baik tersebut. Dan, kita pun cenderung mengembangkan hal-hal baik lainnya.

Selamat mengembangkan kualitas pribadi dan menciptakan pertemanan yang baik.

4 Cara Sikap Menghadapi Tukang Kritik


Orang yang kritis bukanlah orang unik bin aneh dalam kehidupan kita. Sifat kritis merupakan sifat alamiah  setiap manusia, hanya saja kadarnya berbeda-beda. Sifat kritis diri kita maupun orang lain merupakan fitur yang sejatinya memberi manfaat untuk melihat hal-hal di luar pemikiran kita maupun orang lain.

Akan tetapi, bagaimana jika kita berhadapan dengan orang yang terlalu kritis dan sering dijuluki si tukang kritik? Perilaku ini mungkin akan terasa mengganggu, apalagi bila orang yang bersangkutan kurang baik dalam menyampaikan kritiknya.

Berikut ini beberapa sikap yang perlu kita ambil saat menghadapi orang yang terlalu suka mengkritik.

1. Jangan menarik semua kritikan secara pribadi

Kritikan tidak selalu mencerminkan apa yang kurang dalam ‘kehidupan Anda’. Ada orang yang suka memperhatikan orang lain, namun sayangnya mereka memilih sisi negatif. Kritik yang baik adalah kritikan yang membangun dan langsung disampaikan kepada Anda dengan cara yang beretika.

Sebaliknya orang yang suka mengkritik dan menghambur-hamburkannya ke telinga umum, biasanya tidak bermaksud membuat Anda menjadi orang yang lebih baik. Tipe pengkritik semacam ini adalah tipe yang hanya dapat menunjuk kelemahan orang lain yang belum tentu berdasar, dan ia hanya ingin berhenti sampai disitu.

So, jangan menganggap setiap kritik secara pribadi, dan jangan menghabiskan waktu untuk meladeni mereka. Keep your work good! Dengarlah kritik dari orang yang benar-benar peduli dengan Anda.

 

2. Jadilah masuk akal dan rendah hati

Kadang-kadang, respon orang lain terdengar seperti kritikan hanya karena mereka salah paham. Mereka mungkin mencoba memberi pendapat, namun tidak memahami persoalan sebenarnya. Jadi, mereka kedengaran asbun dan kritik mereka risih di telinga.

Menghadapi situsi seperti ini memang tidak mudah. Bila hal memungkinkan, beri mereka argumen agar mereka dapat menangkap perspektif Anda. Namun, mengatur waktu untuk berbicara dengan si pengkritik bukan hal yang mudah.

Selain itu, sadarilah bahwa kita bukan manusia sempurna. Anda boleh mengambil waktu sendirian, dan coba pahami apa pesan baik di balik kritik seseorang. Mungkin saja ia benar. Akuilah niat baiknya dan kita layak berterima kasih atas itu.
Teguran, bagi orang bebal, adalah sesuatu yang merugikan, tapi bagi orang yang bijak, akan mendatangkan kebaikan. [Amsal]

3. Tunjukkan kebaikan

Ah, ini terdengar klise. Menunjukkan kebaikan yang sama tanpa memandang ‘siapa dan apa’ merupakan tugas yang tidak mudah kita lakukan dalam kehidupan nyata. 
Secara pribadi, menunjukkan kebaikan tidak selalu dalam hal Anda memperlakukan si pengkritik sedikit lebih spesial ketimbang orang lain. Akan tetapi, bila Anda dapat bersikap tidak menyimpan rasa permusuhan dalam hati, ini  juga menunjukkan bahwa Anda tidak menggeser level respek Anda terhadap dia, hanya karena dia senang mengkritik Anda.

Di lain waktu, bila Anda dapat bersikap seperti ini, Anda dapat menjalin hubungan yang baik dengan si pengkritik, dan pemahaman satu sama lain mungkin akan berkembang seiring waktu.

4. Hindari si Pengkritik dan Jangan Merespon

Bila hal-hal di atas tidak berhasil, dan Anda tetap saja menghadapi si pengkritik yang menyebalkan, hindari kontak dengan orang ini. Ada orang yang terbiasa mengkiritik dan akhirnya ini menjadi bagian dari kesenangan pribadinya.

Jika Anda melihat kecenderungan yang demikian, lebih baik menjaga jarak dengannya karena kita bisa terpengaruh oleh hal-hal yang kita dengar dan lihat secara berulang dan bereaksi negatif terhadapnya. Selain itu tidak perlu merespon kritikan mereka.

Demikian 4 cara menyikapi kritikan dan orang yang suka melontarkan kritik  secara berlebihan. Bagaimana denga cara Anda?

5 Tahapan Pengalaman Akibat Berakhirnya Suatu Hubungan


Kehilangan orang yang dicintai seperti sudah menjadi takdir yang dihadapi setiap orang yang pernah hidup, yang seringkali mengakibatkan duka. Saat kita muda, kita kehilangan anggota keluarga yang lebih tua, dan saat kita tua nanti, anggota keluarga yang lebih muda akan kehilangan kita. Begitu juga dengan hubungan lain, baik itu hubungan pacaran, hubungan pasangan suami-istri, hubungan keluarga lainnya, hubungan mitra kerja, dsb.

Melepaskan suatu hubungan bukanlah hal mudah, meski Anda merupakan pihak yang sudah melakukan upaya perbaikan hubungan dan akhirnya menghadapi keputusan bahwa putus hubungan atau perceraian merupakan jalan terbaik, namun melepaskan hubungan tetap menyisakan sejumlah proses yang tidak mudah dan menguras banyak energi dan emosi.

Sedemikian pentingnya hubungan bagi kita manusia, sehingga masalah kehilangan atau putusnya hubungan ini menjadi perhatian bidang Psikologi. Dalam bukunya On Death and Dying (1969), Elizabeth Kubler-Ross, MD menguraikan tahapan yang dialami ketika seseorang mengalami situasi duka. Tahap tersebut sebenarnya  digunakan untuk menggambarkan proses berduka karena kematian orang yang dicintai, namun hal tersebut mirip dengan pengalaman putus hubungan atau kehilangan seseorang yang dicintai.  Apa saja itu?

1. Penolakan atau Ditolak

Pada fase ini kita cenderung menggunakan hati ketimbang logika. Kita berupaya menaati nilai-nilai sendiri dan mencoba menyesuaikan diri dengan gagasan hidup tanpa si dia. Meskipun kita tahu bahwa hubungan telah berakhir, nyatanya kita tidak mudah melupakan hal itu. Penolakan merupakan hal yang mengindikasikan bahwa ada bagian dari diri kita, yang tidak dapat diterima orang lain, atau sebaliknya. Dalam fase ini kita mungkin meminta pendapat dari orang terdekat, mencoba mengevaluasi kembali tindakan kita, melakukan perbaikan jika itu memungkinkan, dsb.

2. Kemarahan

Kemarahan bisa terjadi dalam berbagai bentuk tindakan.  Kemarahan pada mantan bisa dengan cara menyampaikan secara langsung, memutuskan jalur komunikasi (menghapus kontak, social-networking), bahkan menghilangkan seluruh benda-benda yang berhubungan dengan mantan. Seolah-olah mengatakan padanya “Aku tak dapat menolerir ini, dan tak ingin mengingat kamu”.

3. Mediasi

Mediasi sering disertai dengan pembelaan diri. Masing-masing pihak ingin didengar dan dipahami. Dalam tahap ini satu atau kedua belah pihak mungkin melakukan upaya agar hubungan tetap berjalan. Ada yang mengakui kesalahan, ada yang berjanji menjadi orang yang lebih baik, atau apapun yang membuat hubungan pulih kembali. Mungkin hubungan berhasil diperbaiki atau mungkin juga tidak.

4. Depresi

Selain kemarahan, seseorang yang menghadapi masalah dalam hubungan dapat mengalami kelelahan baik fisik maupun mental. Akibatnya,  Anda mungkin sulit tidur, atau betah di tempat tidur, dan kehilangan minat terhadap aktivitas dan pekerjaan. Banyak orang ingin keluar dari kondisi seperti ini, seiring waktu ada yang mudah kembali ke kehidupan normalnya, namun tidak sedikit yang menggunakan cara lain untuk menghilangkan rasa depresi. Bahkan tidak jarang kita dengar bahwa pengguna narkoba dan alkohol sebagian jatuh dalam perangkap kebiasaan buruk tersebut pada awalnya hanya untuk menghilangkan depresi. Tetapi cara ini tentu tidak perlu dicoba.

5. Penerimaan

Penerimaan adalah adalah tahap di mana kita mampu berdamai dengan rasa kehilangan. Penerimaan terhadap kejadian yang telah berlalu yang mengakibatkan pengalaman yang menyakitkan biasanya tidak mudah dan singkat, namun berlangsung secara bertahap, sedikit demi sedikit, kadang diselingi dengan beberapa tahapan lain.

Penerimaan melewati masa melepaskan dan bergerak maju menjalani kehidupan secara normal, dengan, atau tanpa hubungan baru. Bila tahap ini belum Anda rasakan, berarti Anda masih berada pada fase-fase lainnya.
Dengan mengetahui beberapa tahapan yang biasa dialami akibat putusnya hubungan atau kehilangan orang yang kita cintai, hal ini dapat membantu menormalkan pengalaman kehilangan dan kesedihan, bahkan memaafkan.

Diri kita sendirilah yang menentukan apakah kita membiarkan diri tenggelam dalam beberapa fase, atau ingin segera keluar dengan kondisi pulih. Seiring dengan waktu, kita mungkin menarik satu atau dua pelajaran dari pengalaman tersebut. Tetapi satu hal yang pasti bahwa, kita semua pada akhirnya akan kehilangan. So, be happy now!

Apa yang Membuat Hubungan Langgeng?


Anda sedang mencari pasangan hidup? Menemukan seorang yang tepat bukanlah hal mudah bagi sebagian orang. Meskipun cukup banyak orang yang melakukannya dengan mudah.

Pencarian terhadap pasangan yang sempurna biasanya berfokus pada mencari orang yang memenuhi karakteristik dengan sifat yang diinginkan. Akan tetapi, kelemahan utama dalam pencarian pasangan biasanya kegagalan dalam memperhitungkan apakah ada kecocokan atau harmoni diantara calon pasangan.

Pasangan Impian

Setiap orang ingin menemukan pasangan yang ideal menurut dirinya. Seorang pria misalnya mencari calon istri yang memiliki beberapa karakteristik misalnya: cerdas, jago masak, selalu tepat waktu, bukan perokok dan peminum alkohol,  tidak boros, sehat dan bugar. Menemukan beberapa wanita yang memenuhi karakteristik ini, mungkin tidak sulit, tetapi menemukan seseorang yang cocok bisa saja sulit. 

Kira-kira apa penyebabnya?

Diantara berbagai alasan yang mungkin, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Graemen Simsion menemukan bahwa ada satu hal yang muncul belakangan, yang paling dibutuhkan oleh pasangan untuk tetap berada dalam hubungan yang kuat, yaitu keduanya mampu menciptakan harmoni.

Hubungan cinta yang mendalam melibatkan hubungan yang harmonis di mana kedua pasangan merasa bahwa mereka secara pribadi berkembang dalam hubungan tersebut. Masing-masing terlibat dalam kegiatan intrinsik pribadi dan mereka memandang hal itu sebagai kegiatan intrinsik bersama.

Kompatibilitas dan Harmoni dalam Hubungan

Aaron Ben-Zeév, Ph.D., seorang Profesor dalam Filsafat, penulis buku In the Name of Love: Romantic Ideology and its Victims  membedakan antara harmoni dan kompatibilitas (kecocokan), yang sering diambil untuk menunjukkan dua sistem (atau bagian) yang mampu bekerja sama.

Kompatibilitas pada dasarnya mendeskripsikan keberadaan fitur (karakteristik) yang dapat membuat sistem tetap berjalan, sedangkan harmoni mengungkapkan aspek normatif yang menciptakan kondisi yang menyenangkan dan berharga. Harmoni juga menyiratkan ketenangan internal.

Itu sebabnya kita mendengar banyak orang yang menikah dengan orang yang tidak memiliki seluruh karakteristik pasangan yang mereka inginkan pada masa pencarian, sebaliknya dengan orang yang mampu memberi dan menjaga harmonisasi hubungan.

Harmoni fungsional tidak selalu mudah ditemukan. Keharmonisan tercipta bukan hanya merasa sekedar cocok, tetapi dengan adanya minat yang mendalam dalam kegiatan masing-masing. Inilah yang mendasari bertumbuhnya hubungan.

Selain itu, Leon Seltzer dalam sebuah artikelnya yang berjudul How Rational Are 'Rational' Marriages?  berpendapat bahwa  "pertanda baik suatu pasangan  untuk mempertahankan hubungan  jangka panjang adalah apabila mereka cakap menggunakan kata-kata dan memupuk komunikasi yang baik.

Selain itu, ada simpati dan ketertarikan fisik yang merupakan bahan bakar untuk tetap dekat, sesuatu yang membuat mereka merasa beruntung telah dipertemukan satu sama lain.  Mereka dapat menghargai dan bersimpati bukan hanya pada kelebihan, tetapi juga kekurangan masing-masing dengan kepekaan tertentu.

Ciri utama dari pernikahan yang harmonis dan hubungan berkomitmen lainnya bukan karena mereka menghindari perbedaan pendapat bahkan pertengkaran, tetapi mereka memiliki sikap konstruktif untuk berkembangnya pribadi dari masing-masing pasangan, dengan demikian mempertahankan kepuasan pribadi yang mendalam.

Kepuasan pribadi yang mendalam dapat diperoleh ketika pasangan lebih banyak terlibat dalam aktivitas secara bersama-sama. Harmonisasi yang tercipta dari interaksi antara keduanya bahkan dapat mengurangi pentingnya fitur lain dalam diri  pasangan. Misalnya, bila seseorang pria merasa cocok dengan seorang wanita, ia akan mengesampingkan apakah wanita tersebut secantik karakteristik yang ia cari pada awalnya. Dengan kata lain beberapa karakteristik bisa bergeser, digantikan dengan misalnya: seberapa menarik atau bijaksana dia, seberapa cocok kepribadiannya dengan saya, dan seberapa besar kontribusinya untuk  menciptakan dan memelihara harmoni hubungan.

Pada saat seseorang menemukan kenyamanan dalam hubungan, pemenuhan terhadap karakteristik seperti daya tarik, kekayaan, atau status sosial, akan dikesampingkan, sebaliknya bergeser pada kemampuan untuk menciptakan harmoni ini bersama-sama. Dalam pengertian ini, aktris cantik yang kaya belum tentu menjadi pasangan yang memikat bagi semua pria. Karena status yang tidak sama, pria berasumsi bahwa wanita tersebut tidak akan berperan dalam memberikan kontribusi terhadap keharmonisan dan kelanggengan hubungan.

Perkembangan Pribadi Secara Bersama-sama

Orang yang menganggap dirinya lebih unggul dari pasangannya sangat mungkin percaya dalam hati bahwa ia tidak begitu penting untuk berkontribusi banyak dalam menciptakan harmoni fungsional.  Orang-orang seperti ini akan menjadi mitra yang kurang cocok, dan mereka cenderung ingin lebih banyak dituruti.

Aspek penting dari cinta yang mendalam adalah cara di mana berbagai karakteristik masing-masing dapat bersesuaian untuk memenuhi kebutuhan bersama dan mendukung perkembangan pribadi masing-masing. Cinta itu indah, tapi jika cinta menghalangi perkembangan pribadi, maka hubungan tidak akan bertahan lama.

Jika Anda dalam pencarian atau sedang menjalin hubungan, barangkali selaras dengan kata-kata Tom Robbin di atas baik untuk diingat, bahwa "kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu mencari seseorang yang sempurna. Sebaliknya, berfokuslah untuk menciptakan hubungan yang sempurna".

Tinggalkan Perdebatan yang Memicu Pertengkaran


Cara menghindari perdebatan yang memicu pertengkaran. Setiap orang pernah terlibat pertengkaran dan adu argumen. Bertengkar mungkin bukan sifat kita, tetapi membela diri. Apalagi ketika kita diserang dengan sejumlah pernyataan atau tindakan yang tidak bisa kita terima.

Meladeni adu argumen tidak selalu dimotivasi oleh nilai benar-salah. Kadang-kadang, orang beradu argumen tidak lagi semata-mata membuat masalah selesai atau meredakan pertengkaran, namun sebaliknya keinginan untuk mendapat pengakuan atau merasa menang atas yang lain.

Suka berdebat bisa saja menjadi kebiasaan sebagian orang. Sama seperti kebiasaan lainnya terbentuk akibat tindakan perulangan. Kebiasaan tentu terbagi dua, yaitu kebiasaan yang mendatangkan kebaikan atau manfaat dan kebiasaan buruk yang mendatangkan kerugian.

Jika anda merasa bahwa anda punya kecenderungan untuk berdebat namun sering berakhir dengan pertengkaran, berikut ini beberapa cara menghindarinya.

1) Tenang dan kendalikan diri Anda

Ketika emosi kita memanas yang dipicu oleh kata-kata atau tindakan orang lain, maka kita sering kehilangan objektivitas. Saat itu pula kita membela diri dan tujuannya agar kita didengar.

Di sisi lain, orang yang berdebat dengan Anda melakukan yang sama, sehingga perdebatan semakin memanas dan dapat memicu pertengkaran. Pilihlah intonasi yang rendah. Jika cara ini tidak memungkinkan, tahan kata-kata Anda.

2) Berpikir sebelum menjawab

Perdebatan dan pertengkaran seperti kompetisi. Setiap orang ingin jadi pemenang, sehingga tak heran kita seperti ingin melempar apa saja yang ada di dekat kita kepada lawan bicara untuk menumbangkan argumennya.

Ingatlah bahwa, kita beradu argumen bukan untuk mengalahkan orang lain. sedapat-dapatnya pikirkan hal yang mendatangkan kebaikan bagi lawan bicara Anda. Hindari penggunaan kata-kata yang destruktif, dan carilah kata-kata yang membangun.

3) Perlihatkan respek

Sama seperti kita ingin direspek, tunjukkan respek kepada lawan bicara. Pilihlah kata-kata yang sopan dan menyejukkan. Ketika ia mampu menangkap bahwa ia mendapat respek dari Anda, kemungkinan ia akan merespon penuh respek terhadap Anda.

Tetapi, bagaimana jika perdebatan tampaknya semakin buruk dan mengarah ke pertengkaran?  Ingatlah bahwa Anda punya pilihan untuk keluar dari situasi ini. Tahan argumen Anda, dan tinggalkan perdebatan.

Memang sudah menjadi sifat manusia membela diri ketika diserang, namun Anda pun dapat melepaskan diri dari kesempatan untuk menyerang balik. Ini bukan mengajarkan Anda selalu menerima diri menjadi pihak yang dirugikan, sebaliknya menambah kemampuan Anda mengendalikan diri.

Untuk setiap hal ada waktunya. Berikan diri Anda waktu untuk tenang mendengar diri, dan temukan waktu yang tepat untuk berbicara. Memberi diri dan lawan bicara Anda waktu untuk berpikir tenang, mungkin salah satu cara untuk mengevaluasi diri dan melihat kembali masalah secara objektif.

Lagipula, membiarkan diri tenggelam dalam pertengkaran dapat menguras energi, memicu stres dan melumpuhkan daya kreatifitas Anda. Gunakan waktu sebanyak mungkin untuk hal-hal bermanfaat.

Rabu, 26 Maret 2014

Tanda-tanda Anda Menjalani Hubungan yang Tidak Sehat


Apakah Anda sedang dalam menjalani suatu hubungan dan mulai meragu setelah menjalani waktu dan pengalaman bersama yang seharusnya membuat Anda semakin yakin?

Kadang-kadang Anda berpikir, apakah itu cinta sejati atau hanya kegilaan? Bila Anda tidak yakin, berikut ini beberapa tanda-tanda suatu hubungan yang tidak sehat yang perlu diwaspadai.

1. Anda tidak mengalami pertumbuhan pribadi

Hubungan yang sehat seharusnya menawarkan tempat berlindung yang aman untuk pertumbuhan pribadi secara bersama-sama. Karena adanya anggapan bahwa tidak ada cinta sejati tanpa pengorbanan sering membuat orang terlena mengorbankan segala kemampuan tanpa pertimbangan yang rasional. Hubungan yang sehat adalah hubungan simbiose mutualisme yang membuat kedua pihak bertumbuh dan lebih bahagia.

2. Lelah dan menguras emosi

Apakah Anda pernah mendengar istilah vampir emosional? Karakter ini bisa saja berada di dekat Anda sambil menghisap energi dan emosional Anda. Jika Anda merasa terlalu letih berada dalam hubungan yang menguras energi dan emosi, dan itu hanya terjadi di pihak Anda, sebaiknya tinggalkan karena seringkali hubungan seperti ini tidak berakhir bahagia.

3. Marah dan menyalahkan

Jika Anda sering menghadapi seseorang yang cenderung marah dan menyalahkan Anda dalam masalahnya, dan Anda menghabiskan terlalu banyak energi membela diri atau mencoba memberi pemahaman tetapi tampaknya semua omong kosong baginya, maka berhentilah melakukan hal itu. Kadang-kadang diam itu emas.

4. Konflik dan pertengkaran

Hubungan yang ditandai sering terjadinya konflik, pertengkaran, menyalahkan dan kurangnya sikap memaafkan dan mengakui kesalahan biasanya akan semakin buruk. Semakin sering kedua belah pihak menghadapi konflik yang tidak terselesaikan,semakin mereka terjebak dalam perangkap pertengkaran yang semakin sengit.

5. Satu pihak menguasai yang lain

Apakah orang yang Anda cintai cenderung menguasai Anda? Misalnya, ia sering mengambil keputusan sendiri yang seharusnya diputuskan berdua. Ketika seseorang mendominasi yang lain, maka itu merupakan tanda-tanda hubungan yang tidak sehat.

Hubungan yang sehat menjaga kekuasaan yang seimbang dan menjaga kebebasan setiap orang secara pantas.

6. Hal-hal negatif tidak berubah jadi positif

Hubungan yang tidak sehat ditandai dengan hal-hal negatif.  Kebohongan, ejekan, dan penghinaan merupakan contoh pelecehan emosional dan tidak boleh ditoleransi. Tidak ada orang yang layak diperlakukan seperti itu, dan tidak ada alasan bagi siapa pun untuk melakukan hal-hal tersebut kepada orang lain.

7.  Bingung antara merasa dibutuhkan atau dicintai

Lihat apakah pasangan Anda posesif dan pencemburu, karena tanda tersebut merupakan tanda seseorang berada membutuhkan ketimbang mencintai. Jika cinta seseorang tergantung pada "apa yang dapat Anda lakukan untuk saya", sadarilah bahwa mungkin tidak ada cukup ruang kebebasan untuk hubungan Anda. Sifat posesif dan kecemburuan yang berlebihan sering dibarengi dengan curiga dan minimnya kepercayaan.

8. Anda kehilangan diri sendiri demi menemukan orang lain

Pastikan bahwa Anda tidak kehilangan diri sendiri dalam berusaha untuk menemukan orang lain. Ingatlah bahwa Anda juga membutuhkan diri Anda. Bila Anda berpikir harus memenuhi semua keinginan pasangan tanpa cela demi memenangkan hatinya, itu berarti Anda akan segera kehilangan diri Anda.
 
Demikian 8 tanda-tanda menjalani suatu hubungan yang tidak sehat untuk diwaspadai sejak dini. Lakukan perbaikan, sebelum hubungan Anda semakin memburuk.

Ingin Jadi Pendengar yang Baik? Ketahui Caranya


Komunikasi merupakan bagian penting dari kehidupan kita. Dalam berkomunikasi kita memiliki 2 peran sekaligus, yakni pendengar dan pembicara.  Meskipun setiap hari kita terlibat dalam percakapan, kita masih perlu meningkatkan kemampuan kita dalam berkomunikasi, salah satu adalah kemampuan kita mendengar orang lain.

Apakah anda ingin menjadi pendengar yang baik bagi teman bicara Anda? Menjadi pendengar yang baik tidaklah selalu mudah. Diperlukan waktu, dedikasi, dan praktek.

Apa yang anda pikirkan saat mendengarkan seorang teman atau rekan kerja? Apakah anda memikirkan apa yang ingin anda katakan untuk segera merespon apa yang mereka ucapkan, atau apakah anda benar-benar menyimak apa yang mereka bicarakan?

Menjadi pendengar yang baik

Ketika kita terlibat dalam pembicaraan dengan oranglain, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan:

1. Lakukan kontak mata

Agar menjadi pendengar yang baik, maka penting untuk melakukan kontak mata dengan teman bicara. Kontak mata menunjukkan bahwa Anda memberi perhatian dan menyimak percakapan. Mengabaikan kontak mata dalam percakapan tatap muka berarti menunjukkan bahwa Anda tidak memberi perhatian atau tidak tertarik pada apa yang diucapkan oleh teman bicara.

2. Ajukan pertanyaan “mengapa” dan “apa”

Mengajukan pertanyaan apa dan mengapa biasanya membuat percakapan lebih alot. Menggunakan pertanyaan ini dalam percakapan yang tepat menunjukkan minat dan perhatian Anda terhadap pembicaraan orang lain. Ini juga teknik untuk memperoleh informasi lebih banyak.

3. Fokus pada pembicaraan

Bisa saja tanpa kita sadari, kita memikirkan apa yang harus kita ucapkan ketika orang lain berhenti berbicara. Hal ini tidak membuat kita menjadi pendengar yang baik. Semakin sering kita memikirkan respon terhadap ucapan orang lain, semakin banyak kita kehilangan momen untuk mendengar. Fokuslah pada apa yang ia ucapkan. Bila teman bicara meminta pendapat dari Anda, maka saatnya memberi pendapat secara hati-hati.

4. Kurangi pengalih perhatian

Kita hidup dalam masyarakat dimana pengalih perhatian atau gangguan begitu banyak. Bila Anda tidak menetapkan fokus, Anda ibarat menonton beberapa saluran televisi sekaligus.

Menjadi pendengar yang baik berarti, anda menjauhkan atau mengurangi penggunaan segala bentuk pengalih perhatian ketika berbicara dengan orang lain. Misalnya mengubah pengaturan handphone Anda menjadi silent ketika Anda sedang melakukan percakapan penting dengan rekan kerja, klien dan keluarga.

Penutup

Demikian 4 hal yang perlu kita perhatikan untuk menjadi pendengar yang baik. Ingatlah bahwa, keberhasilan dalam komunikasi merupakan kunci penting dalam keberhasilan hubungan keluarga, persahabatan, pekerjaan, dan lainnya.