sumber: cobadibaca.com http://www.cobadibaca.com/2013/01/cara-membuat-slide-header-di-blog.html#ixzz2yT5HaYef Under Creative Commons License: Attribution

Kamis, 27 Maret 2014

4 Cara Sikap Menghadapi Tukang Kritik


Orang yang kritis bukanlah orang unik bin aneh dalam kehidupan kita. Sifat kritis merupakan sifat alamiah  setiap manusia, hanya saja kadarnya berbeda-beda. Sifat kritis diri kita maupun orang lain merupakan fitur yang sejatinya memberi manfaat untuk melihat hal-hal di luar pemikiran kita maupun orang lain.

Akan tetapi, bagaimana jika kita berhadapan dengan orang yang terlalu kritis dan sering dijuluki si tukang kritik? Perilaku ini mungkin akan terasa mengganggu, apalagi bila orang yang bersangkutan kurang baik dalam menyampaikan kritiknya.

Berikut ini beberapa sikap yang perlu kita ambil saat menghadapi orang yang terlalu suka mengkritik.

1. Jangan menarik semua kritikan secara pribadi

Kritikan tidak selalu mencerminkan apa yang kurang dalam ‘kehidupan Anda’. Ada orang yang suka memperhatikan orang lain, namun sayangnya mereka memilih sisi negatif. Kritik yang baik adalah kritikan yang membangun dan langsung disampaikan kepada Anda dengan cara yang beretika.

Sebaliknya orang yang suka mengkritik dan menghambur-hamburkannya ke telinga umum, biasanya tidak bermaksud membuat Anda menjadi orang yang lebih baik. Tipe pengkritik semacam ini adalah tipe yang hanya dapat menunjuk kelemahan orang lain yang belum tentu berdasar, dan ia hanya ingin berhenti sampai disitu.

So, jangan menganggap setiap kritik secara pribadi, dan jangan menghabiskan waktu untuk meladeni mereka. Keep your work good! Dengarlah kritik dari orang yang benar-benar peduli dengan Anda.

 

2. Jadilah masuk akal dan rendah hati

Kadang-kadang, respon orang lain terdengar seperti kritikan hanya karena mereka salah paham. Mereka mungkin mencoba memberi pendapat, namun tidak memahami persoalan sebenarnya. Jadi, mereka kedengaran asbun dan kritik mereka risih di telinga.

Menghadapi situsi seperti ini memang tidak mudah. Bila hal memungkinkan, beri mereka argumen agar mereka dapat menangkap perspektif Anda. Namun, mengatur waktu untuk berbicara dengan si pengkritik bukan hal yang mudah.

Selain itu, sadarilah bahwa kita bukan manusia sempurna. Anda boleh mengambil waktu sendirian, dan coba pahami apa pesan baik di balik kritik seseorang. Mungkin saja ia benar. Akuilah niat baiknya dan kita layak berterima kasih atas itu.
Teguran, bagi orang bebal, adalah sesuatu yang merugikan, tapi bagi orang yang bijak, akan mendatangkan kebaikan. [Amsal]

3. Tunjukkan kebaikan

Ah, ini terdengar klise. Menunjukkan kebaikan yang sama tanpa memandang ‘siapa dan apa’ merupakan tugas yang tidak mudah kita lakukan dalam kehidupan nyata. 
Secara pribadi, menunjukkan kebaikan tidak selalu dalam hal Anda memperlakukan si pengkritik sedikit lebih spesial ketimbang orang lain. Akan tetapi, bila Anda dapat bersikap tidak menyimpan rasa permusuhan dalam hati, ini  juga menunjukkan bahwa Anda tidak menggeser level respek Anda terhadap dia, hanya karena dia senang mengkritik Anda.

Di lain waktu, bila Anda dapat bersikap seperti ini, Anda dapat menjalin hubungan yang baik dengan si pengkritik, dan pemahaman satu sama lain mungkin akan berkembang seiring waktu.

4. Hindari si Pengkritik dan Jangan Merespon

Bila hal-hal di atas tidak berhasil, dan Anda tetap saja menghadapi si pengkritik yang menyebalkan, hindari kontak dengan orang ini. Ada orang yang terbiasa mengkiritik dan akhirnya ini menjadi bagian dari kesenangan pribadinya.

Jika Anda melihat kecenderungan yang demikian, lebih baik menjaga jarak dengannya karena kita bisa terpengaruh oleh hal-hal yang kita dengar dan lihat secara berulang dan bereaksi negatif terhadapnya. Selain itu tidak perlu merespon kritikan mereka.

Demikian 4 cara menyikapi kritikan dan orang yang suka melontarkan kritik  secara berlebihan. Bagaimana denga cara Anda?

0 komentar:

Posting Komentar