sumber: cobadibaca.com http://www.cobadibaca.com/2013/01/cara-membuat-slide-header-di-blog.html#ixzz2yT5HaYef Under Creative Commons License: Attribution

Bahaya dan Mamfaat Kopi

Dalam kehidupan Sehari -Hari

Sikecil Suka Ngompol

Ini Cara Mengatasinya .

Bahaya Mi Instant Bagi Kesehatan

Dalam Kehidupan Sehari - Hari

Mamfaat dan Khasiat Minum Teh Hangat

Dalam Kehidupan Sehari - Hari

Tampilkan postingan dengan label Pengembangan diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan diri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Maret 2014

Kualitas Pribadi Orang Sukses yang Sebaiknya Anda Miliki

Menjadi orang sukses merupakan keinginan semua orang, meski ukuran kesuksesan berbeda-beda menurut setiap orang. Dalam perjalanan meraih impian menjadi sukses menurut definisi pribadi, kita mungkin bertanya dalam hati mengapa seseorang sukses?

Kerja keras. Salah satu kunci kesuksesan yang kita tahu. Akan tetapi, kebanyakan diantara kita juga pekerja keras. Apakah mereka bekerja jauh lebih keras daripada kita dan atau ada suatu pola yang mereka praktikkan sehingga mereka berhasil?

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sukses ketimbang yang Lain?

Adalah Jeffrey Pfeffer, seorang profesor di bidang perilaku organisasi di Universitas Stanford of Business yang sangat tertarik mencari jawaban, mengapa ada orang yang lebih sukses ketimbang yang lain. Preffer menghabiskan lebih dari empat dekade untuk merumuskan jawabannya, yang ia tuangkan dalam bukunya Power: Why Some People Have It—and Others Don’t.

Orang-orang sukses memiliki kemampuan untuk menyelesaikan sesuatu. Itu jelas. Apakah itu sukses di bidang karir  dengan menempati posisi penting di suatu perusahaan, membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, atau mengubah kehidupan pribadi mereka. Akan tetapi, ada banyak orang yang lebih efektif dalam mencapai kesuksesan daripada yang lain, sebut saja Elon Musk yang pada usia muda telah mendirikan bisnis dan memperoleh pendapatan yang memuaskan.

Selanjutnya, dalam bukunya, Preffer mengemukakan ada tujuh kualitas pribadi penting yang membuat seseorang memiliki pengaruh atau kemampuan yang membantu mereka meraih kesuksesan. Ketujuh hal itu dibagi ke dalam dua kategori, yakni kemauan dan keterampilan.

Kemauan yang merupakan mesin pendorong untuk menghadapi tantangan besar, dan keterampilan merupakan kemampuan untuk mengubah tantangan menjadi prestasi. Orang sukses memiliki ambisi, energi dan fokus. Selain itu, keahlian khusus yang dibutuhkan untuk merengkuh kemampuan atau pengaruh tersebut adalah pengetahuan diri, keyakinan, empati kepada orang lain, dan kemampuan untuk mentolerir konflik.

Kualitas Pribadi Orang-orang Sukses

Berambisi

Agar berhasil, Anda membutuhkan ambisi, yang berarti Anda harus bekerja keras, berkorban, dan bertahan ketika segala sesuatu tidak berjalan dengan baik.

Orang yang tidak memiliki ambisi cenderung berkecil hati atau teralihkan. Pfeffer mengutip contoh Jill Barad, yang menjadi CEO Mattel dan sering memakai pena lebah. Dia menjelaskan, "lebah adalah keajaiban alam. Seharusnya tidak bisa terbang, tetapi bisa. Setiap kali saya melihat lebah, saya diingatkan untuk terus termotivasi untuk membuat sesuatu menjadi mungkin."

Enerjik

Orang sukses juga menunjukkan lebih banyak energi daripada orang gagal. Mereka adalah orang-orang yang enerjik setiap waktu, dengan kata lain mereka memiliki stamina yang besar.

Anda harus bersedia bekerja lebih keras dan lebih lama daripada orang di sekitar Anda jika Anda berharap mencapai kesuksesan. Sama seperti mereka yang sukses, mereka tidak punya kekuatan magis untuk tetap enerjik. Oleh karena itu Anda perlu makan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur, rekreasi dan istirahat dengan cukup.

Fokus

Ambisi dan energi perlu disalurkan menuju sasaran tertentu. Itu sebabnya mengapa orang-orang sukses fokus menjalankan upaya mereka.

Yang sering kita jumpai atau ini mungkin terjadi pada diri kita sendiri adalah bahwa banyak orang-orang berbakat melakukan banyak hal sekaligus dan bahkan memperoleh banyak peluang. Akan tetapi, mereka membuat kekeliruan yang mungkin bukan dianggap sebagai kesalahan, yaitu mereka tidak memilih satu - apa yang benar-benar mereka sukai dan ingin capai.

Menurut Pfeffer lagi, bukti-bukti menunjukkan bahwa seseorang lebih mungkin berhasil jika  mempersempit fokus. Seperti matahari bersinar melalui kaca pembesar, orang-orang sukses mengumpulkan semua energi mereka dan menyalurkannya di suatu tempat.

Membuat Analisis

Dorongan untuk mencapai tujuan juga harus disertai dengan analisis dan penilaian berkelanjutan. Itu sebabnya pengetahuan diri ini melahirkan empat keterampilan yang dibutuhkan oleh orang-orang sukses.
Andy Hargadon, seorang profesor di UC Davis, mengemukakan bahwa banyak orang berpikir bahwa mereka memiliki 20 tahun pengalaman di suatu bidang, tapi sebenarnya tidak.  Mereka hanya memiliki satu tahun pengalaman yang diulang 20 kali.

Agar pengalaman berkontribusi terhadap pertumbuhan pribadi, kita perlu merefleksikan pengalaman. Pfeffer menyarankan agar meluangkan waktu pribadi atau melakukan interaksi setelah setiap pertemuan penting di kantor. Ini juga penting bagi Anda seorang self-employed alias bekerja secara mandiri untuk melakukan semacam refleksi terstruktur, menuliskan ide-ide yang membantu Anda melihat atau memperjelas kembali tujuan Anda, dan menemukan cara yang lebih baik untuk mencapainya.

Yakin dan Percaya Diri

Orang-orang sukses juga memancarkan keyakinan, yang meningkatkan keahlian dan kemampuan mereka. Dalam setiap situasi, orang-orang di sekitar kita mungkin mencoba mencari tahu apakah kita dapat diajak bekerjasama dalam suatu bisnis atau apakah kita dapat melakukan sesuatu dengan baik, misalnya.

Orang cenderung mengasosiasikan perilaku percaya diri dengan kemampuan yang sebenarnya. Tentu saja seseorang memiliki kemampuan yang lebih jika ia ternyata memiliki pengetahuan yang baik atau cakap dalam suatu hal sekaligus memiliki rasa percaya diri.

Pfeffer memperingatkan, "Jika Anda tidak yakin tentang apa yang layak Anda peroleh atau inginkan, maka Anda akan enggan untuk bertanya atau termotivasi untuk mencapainya. Dengan demikian Anda akan kurang berhasil dalam mendapatkan uang atau pengaruh dibandingkan dengan mereka yang lebih berani dari Anda."

Berempati kepada Orang lain


Satu hal yang perlu kita perhatikan bahwa, percaya diri ini seharusnya tidak membuat kita untuk mengabaikan orang-orang di sekitar kita. Pada kenyataannya, orang-orang sukses biasanya memiliki empati yang lebih kepada orang lain daripada mereka yang tidak sukses. Mereka tahu apa yang mereka inginkan dan orang lain inginkan.

Psikolog William Ickes mengatakan bahwa orang yang berempati secara akurat adalah mereka yang secara konsisten baik dalam 'membaca' pikiran dan perasaan orang lain. Mereka lebih cenderung menjadi penasihat yang bijaksana, pejabat paling diplomatis, negosiator yang paling efektif, politisi yang paling pantas dipilih, para penjual paling produktif, guru yang paling sukses, dan terapis atau dokter yang paling gue-banget.

Mentolerir Konflik

Kemampuan mengetahui apa yang diinginkan orang lain tidak serta-merta membuat seseorang menjadi filantropis atau dapat memenuhi apapun yang dimaui orang lain. Itulah sebabnya mengapa orang-orang sukses mengembangkan keahlian untuk mentolerir konflik. Seperti diri mereka, orang sukses memberi pancing ketimbang ikan. Mereka percaya bahwa kadang-kadang orang perlu berjuang untuk mencapai apa yang mereka inginkan.

Lewat pelajaran menghadapi kesulitan, orang dapat belajar menghadapi masalah, menyelesaikan konflik dan melakukan segala sesuatu secara bertanggungjawab.

Akhirnya, apakah Anda sedang menapaki tangga karir di perusahaan, menjalankan suatu bisnis, berupaya membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, atau mengubah kehidupan pribadi Anda - Anda membutuhkan kemampuan untuk menyelesaikan sesuatu. Nasihat bijaksana dari beberapa uraian singkat dari penelitian Pfeffer tersebut kiranya dapat membantu Anda mengembangkan kualitas pribadi yang dapat membantu Anda mencapai kesuksesan.

Cara Menjadi Kaya dengan Menggunakan Uang Secara Bijak


Anda mungkin tiba di postingan ini karena ingin tahu cara menjadi kaya. Tetapi kalau Anda mencari cara agar kaya mendadak, tulisan ini tidak memenuhi harapan Anda.

Setiap orang ingin menjadi kaya, namun tidak semua orang peduli bagaimana menjadi kaya. Demikian juga dengan ukuran kekayaan, setiap orang memiliki timbangan yang berbeda. Di suatu negara misalnya, berpenghasilan Rp.120 juta per tahun sudah dianggap kaya, namun di negara yang makmur, uang sejumlah ini bisa jadi sama dengan nilai kebutuhan minimum atau bahkan hidup dalam kemiskinan. Jadi, kata kaya merupakan istilah yang samar-samar. Berapapun ukuran kaya diri Anda saat ini, itulah nilai yang Anda akui untuk menjadi kaya.

Tips menjadi kaya dengan menggunakan uang secara bijak tentu tidak menjamin diri Anda kaya seperti  yang Anda inginkan. Tips ini disarikan oleh penulis dari beberapa referensi, yang merupakan cara logis membantu kita mengatur keuangan agar tidak memboroskan uang untuk hal yang tidak perlu, sebaliknya membantu kita menyisihkan uang sebagai tabungan dan investasi.

Cara menjadi kaya dengan menggunakan uang secara bijak

Pastikan Ada Bagian Pendapatan untuk Ditabung

Anda mungkin berpikir bahwa semua gaji atau pendapatan tiap bulan tidak bersisa. Semua pas menutupi pengeluaran. Ini sama seperti sistem anggaran organisasi yang kita temui, bahkan sering terjadi di pemerintahan. Pengeluaran selalu diupayakan sama dengan sumber pendanaan, sehingga tidak ada yang tersisa.

Tidak soal seberapa besar pengeluaran Anda setiap bulan, temukan cara agar tidak seluruh gaji atau pendapatan Anda terjerumus menjadi pengeluaran. Cari pos-pos pengeluaran yang dapat diminimalkan namun tidak mengurangi manfaat bagi kehidupan Anda. Bila Anda makan 4 kali di restoran mahal dalam sebulan, kurangi menjadi 2. Bila Anda merokok 3 bungkus per hari, kurangi menjadi 1, atau berhenti sama sekali merupakan pilihan yang lebih baik. Pastikan ada bagian yang Anda tabung.

Batasi pengeluaran untuk barang-barang ‘mewah’

Ketika membeli sesuatu yang mahal, tanyakan satu hal pada diri Anda, apakah barang ini dapat memberi manfaat bagi diri saya, baik itu bernilai uang ataupun menambah kualitas pribadi Anda. Ini bukan untuk menganjurkan Anda “tidak menikmati hidup”, tetapi sebaliknya. Jika Anda single, apakah membeli mobil baru merupakan pilihan yang tepat? Pertimbangkan seberapa pentingnya mobil itu untuk mendukung aktivitas Anda, pertimbangkan seberapa mendesak kebutuhan tersebut. Mobil bukan investasi, melainkan mesin biaya.

Ingatlah bahwa semakin mewah Anda, semakin besar jumlah uang yang Anda korbankan untuk itu. Semakin anda membatasi pengeluaran yang tidak penting, semakin banyak uang yang dapat investasikan untuk tujuan yang bermanfaat dan membuat anda lebih smart.

Jangan pamer atau membuat orang lain terkesan

Kadang-kadang kita membuat keputusan yang sebenarnya bodoh, hanya untuk membuat orang terkesan. Membeli tas branded mahal hanya agar orang terkesan di suatu acara, membuat pesta selamatan besar-besaran yang sebenarnya tidak begitu penting yang akhirnya menyisakan beban utang di bulan berikutnya.  Tas branded mungkin membuat Anda mengesankan, tetapi seberapa banyak orang peduli pada tas, yang akan dilupakan keesokan harinya dan seterusnya?

Keputusan yang buruk seperti ini hanya menambah pengeluaran yang dapat memicu stress.

Hindari utang, kecuali untuk menghasilkan uang

Pinjaman atau utang sebenarnya bukan hal buruk bila digunakan untuk mendatangkan uang, misalnya untuk modal usaha. Dan ini pun perlu pertimbangan yang hati-hati. Memegang kartu kredit mungkin bukan hal yang buruk, asalkan digunakan untuk tujuan yang tepat. Misalnya, mempermudah pembayaran tiket pesawat, membeli sesuatu yang penting namun mensyaratkan pembayaran online. Sebaliknya, kartu kredit menjadi pilihan yang buruk jika digunakan membeli barang-barang konsumsi, apalagi tidak membayarnya tepat waktu.

Investasikan waktu secara bijak

Banyak diantara kita adalah orang-orang sibuk atau bahkan supersibuk, tetapi belum tentu kita sibuk untuk hal yang bermanfaat. Ada orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi setelah jam kerja mereka, atau online di sosial media atau main game hingga larut malam. Kita memang perlu hiburan dan relaksasi, tetapi apakah waktu tersebut tidak berlebihan?

Daripada nonton TV atau ngegame berjam-jam, tidakkah lebih baik bila menggunakan sebagian waktu tersebut untuk membaca buku, mencari pengetahuan yang dapat menambah keahlian, atau menekuni hobi yang menambah nilai bagi kehidupan?

Pengetahuan dan keahlian yang Anda dapat di luar jam kerja mungkin dapat membantu Anda meningkatkan karir yang tentu saja meningkatkan penghasilan di masa depan. Sebagian orang menetapkan waktu untuk mempelajari suatu hal agar mereka dapat berwiraswasta setelah meninggalkan pekerjaan.  Jelaslah, bahwa menginvestasikan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat juga dapat membuat kita lebih kaya.

Jadilah murah hati dan tetap bersyukur

Menjadi kaya tidak berarti Anda membuat Anda menutup sebisa mungkin pos-pos pengeluaran. Memberi adalah salah satu konsep kaya rohani yang nyata. Orang yang memberi tidak akan kekurangan, dan orang yang menahan-nahan (kikir) tidak akan kelimpahan. Kita mungkin tidak melihat adanya manfaat konkrit dari konsep memberi, akan tetapi ada manfaat yang abstrak berupa kebahagiaan yang diperoleh setiap orang yang murah hati. Ini pun suatu bentuk kekayaan batiniah.

Demikian beberapa poin sederhana yang dapat membantu kita untuk menjadi kaya dengan menangani keuangan secara bijak. Cara ini tentu tidak menjadikan diri kita sekaya orang lain, tetapi lebih kaya dari diri kita sebelumnya.

Teknik Sederhana Agar Belajar Anda Efektif

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, merupakan pepatah lama yang menganjurkan betapa penting mencari ilmu dan mengapa kita belajar sepanjang waktu.

Tanpa diragukan lagi bahwa kita semua pernah belajar, dan banyak dari kita terus melakukannya. Ada yang belajar hal-hal baru di luar bidang keilmuan atau pekerjaan mereka, ada orang yang memperdalam bidang ilmu atau pekerjaan mereka, bahkan ada orang yang mempelajari berbagai hal untuk melakukan penemuan.

Apa pun yang kita pelajari, ternyata kita perlu mengetahui teknik agar kita dapat belajar secara efektif dan mencapai tujuan belajar kita.  Bagi mereka yang mengejar pendidikan akademik atau sekolah,  teknik sederhana ini bisa  membantu anda belajar secara efektif dan memperoleh kelulusan.

1) Buat catatan dan ringkasan

Bila Anda belajar dari buku atau media lainnya, seperti tutorial, CD, dan media interaktif lainnya, pastikan untuk mencatat poin-poin penting sebagai pengingat bagi Anda.

Catatan dapat membantu Anda menghubungkan bagian-bagian yang telah Anda pelajari dan memberi Anda pandangan menyeluruh dari topik yang telah Anda pelajari.  Isi catatan ini bisa berupa deskripsi, istilah, diagram, tabel, gambar, angka dan sebagainya.

Disamping membuat catatan pada saat belajar, membuat ringkasan setelah sesi belajar juga membantu Anda mengingat pelajaran hingga jangka panjang. Pada saat menulis ringkasan, otak Anda bekerja secara intens dan menyimpan bagian tersebut dalam memori jangka panjang.

Teknik ini sangat bermanfaat apabila di waktu mendatang Anda akan menghadapi ujian.

2) Praktek atau latihan

Sebagian dari apa yang kita pelajari dimaksudkan untuk memampukan kita  menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi kehidupan nyata. Jika Anda mempelajari atau mengambil jurusan Akuntansi misalnya, maka cara terbaik untuk belajar adalah dengan berlatih menyelesaikan contoh kasus dan pertanyaan.
Bahkan hal yang tampaknya agak sepele seperti penerjemah. Mereka menggunakan banyak waktu untuk berlatih, berlatih, belajar, dan bekerja sambil belajar. Tidak ada penerjemah yang merasa dirinya mahir. Mereka tidak pernah puas dan terus berlatih dan bekerja.

3) Pastikan lingkungan belajar anda nyaman

Seringkali kita tidak dapat belajar maksimal akibat lingkungan. Pilihlah tempat yang nyaman untuk sesi belajar Anda. Perhatikan temperaturnya. Pastikan bahwa ruang belajar Anda tidak terlalu dingin atau terlalu hangat. Ruangan yang dingin dapat mengundang Anda tidur, sedangkan ruangan yang hangat membuat Anda lesu atau malas.  Selain itu, pastikan sirkulasi udara yang baik dan pencahayaan yang cukup.
Hindari pengalih perhatian dan gangguan

Apabila Anda telah menetapkan waktu untuk belajar, Anda perlu menjauhkan berbagai hal yang dapat mengalihkan perhatian maupun mengganggu Anda. Hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian itu bisa berupa panggilan telepon dan notifikasi sosial media. Sedangkan gangguan bisa berupa suara berisik, atau hal-hal lain yang membuat Anda harus menghentikan aktifitas belajar seketika.

Pastikan agar notifikasi maupun suara handphone Anda tidak mengganggu saat Anda belajar. Karena, dibutuhkan banyak konsentrasi untuk belajar dengan baik, dan seringkali kita sulit fokus kembali setelah mengalami gangguan.

4) Tentukan target belajar

Untuk mencapai kemajuan dalam belajar, kita perlu menetapkan tujuan dan target diri sendiri. Dengan menetapkan tujuan dan target belajar, maka Anda akan termotivasi untuk mencapainya. Disamping itu, Anda akan mengalokasikan waktu dengan baik dan berupaya melakukan setiap aktivitas Anda secara displin.

5) Perhatikan keseimbangan hidup

Kita tahu bahwa konsistensi dan kedisplinan belajar merupakan cara untuk meraih keberhasilan dalam belajar. Hal penting lainnya yang sejalan dengan itu adalah menjaga tubuh dan pikiran Anda tetap sehat.
Ingatlah bahwa hal berharga tidak diperoleh dalam semalam. Kita perlu melewati sejumlah proses untuk meraih suatu pencapaian.

Beri diri Anda istirahat dan tidur yang cukup, konsumsi makanan dan minuman sehat dalam jumlah cukup. Ketika tubuh dan pikiran kita sehat, maka segala aktivitas kita akan lebih mudah kita tangani.

Cegah Stres dengan Menyederhanakan Cara Hidup


Dewasa ini, kita cenderung bekerja lebih lama. Tampaknya dari waktu ke waktu kita semakin sibuk. Di satu sisi hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan hidup,  tetapi juga dapat menyebabkan stres dan kurang bahagia.

Sedehanakan cara hidup

Aktivitas yang seabrek dan tuntutan kebutuhan yang datangnya bersamaan seringkali menjadi penyebab stres. Jika Anda sedang mencari cara bagaimana mengurangi stres, itu berarti menyederhanakan gaya hidup, maka beberapa saran sederhana berikut patut anda pertimbangkan:

1) Rapikan Rumah dan Tempat Kerja Anda

Banyak orang stres tinggal di rumah yang berantakan.  Rumah atau tempat kerja  yang berantakan dapat menimbulkan perasaan gelisah, sumpek, dan menguras energi ketika Anda mencari barang-barang yang Anda butuhkan pada saat sibuk. Salah satu strategi untuk menyederhanakan hidup adalah dengan menata rumah atau tempat kerja.  Jauhkan benda-benda yang tidak Anda butuhkan dan tempatkan benda-benda yang secara rutin Anda perlukan dalam jangkauan Anda. Selain itu jauhkan sumber suara dan keributan.

2) Hidup sesuai kemampuan

Uang merupakan sarana untuk membeli kebutuhan yang tentu saja dapat berkontribusi terhadap kebahagiaan. Namun, mempergunakan uang secara tidak bijaksana dapat menimbulkan stress dan bahkan menyisakan beban keuangan yang lebih besar.

Banyak orang menghabiskan uang setiap bulan melebihi pendapatan mereka dengan membuat hutang. Bila Anda menghadapi hal yang sama, maka anda perlu meningkatkan pendapatan. Jika tidak, menilai ulang anggaran belanja Anda. Carilah pos-pos pengeluaran yang dapat dikurangi atau dihentikan. Selesaikan hutang sesegera mungkin. Hiduplah sesuai kemampuan, bahkan hiduplah di bawah kemampuan untuk menyisakan tabungan.

3) Belajar Untuk Katakan Tidak

Banyak orang menghabiskan uang sebanyak yang mereka bisa, dan terus tergoda untuk memiliki barang-barang dan kenikmatan yang bermunculan setiap hari. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan mereka mengendalikan keinginan. Katakan tidak, untuk keinginan yang tidak penting.

4) Lakukan otomatisasi

Melakukan otomatisasi terhadap beberapa kewajiban rutin dapat membantu menghemat waktu. Misalnya, memilih membayar tagihan otomatis, misalnya rekening listrik, air, kredit, asuransi, dsb. Namun, Anda harus secara berkala memeriksa hal-hal yang berhubungan dengan otomatisasi ini.

5) Jangan menunda-nunda pekerjaan

Masalah umum yang kita hadapi adalah menunda-nunda. Kita tahu apa yang harus kita kerjakan saat ini, tetapi kita masih senang menghabiskan waktu melakukan hal lain yang mungkin tidak begitu penting. Kita senang menyisakannya sampai esok, padahal dapat dilakukan hari ini tanpa menyita waktu istirahat kita.

Menunda satu pekerjaan dapat membuat pekerjaan lain tertunda dan membuat Anda harus melakukan beberapa hal sekaligus dalam waktu yang terbatas. Tak jarang, multi-task menjadi penyebab stres dan kelelahan. Jadi, mulai sekarang, lakukan sebisa mungkin, tidak perlu menunggu esok.

Ken Zeigler, seorang ahli dalam manajemen waktu dan produktifitas yang telah melakukan penelitian di bidangnya, menyarankan agar kita membiasakan diri membuat sebuah daftar.  Apakah itu daftar pekerjaan, daftar belanja, daftar buku yang anda miliki, atau apapun yang memudahkan Anda melakukan dan mengingat beragam hal. Orang dewasa mungkin menyepelekan hal ini, tapi sebenarnya ini sangat membantu kita agar terorganisir dan efektif menggunakan waktu.

Empati - Mengapa Begitu Penting?


Empati bernilai seperti mata uang, yang memungkinkan kita untuk membuat ikatan kepercayaan, memberikan kita wawasan terhadap apa yang orang lain rasakan atau pikirkan. Empati  membantu kita memahami bagaimana atau mengapa orang lain bereaksi terhadap situasi, mempertajam kepekaan terhadap orang lain dan menginformasikan keputusan kita. Empati juga sangat penting untuk pengembangan kepemimpinan di usia muda, kemandirian, membantu seseorang lebih marketable.

Definisi empati secara formal adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami situasi, perasaan dan motif orang lain. Ini kemampuan kita untuk mengenali masalah orang lain. Empati berarti: "menempatkan diri dalam situasi orang lain" atau "melihat hal-hal melalui mata orang lain".

Ada orang yang secara alami dan konsisten berempati - ini adalah orang-orang yang dapat dengan mudah menjalin hubungan positif dengan orang lain. Mereka adalah orang yang menggunakan empati untuk menimbulkan kepercayaan dan membangun ikatan, mereka adalah katalis yang mampu menciptakan komunitas yang positif untuk kebaikan yang lebih besar. Akan tetapi meskipun empati tidak datang secara alami, saya yakin bahwa kita dapat mengembangkan kemampuan untuk berempati.
Berikut adalah beberapa tips praktis yang mungkin dapat membantu Anda melakukan empati:
  1. Mendengar - benar-benar mendengarkan orang. Mendengar dengan telinga Anda, mata dan hati. Perhatikan bahasa tubuh orang lain, nada suara mereka, dengan emosi yang tersembunyi di balik apa yang mereka katakan kepada Anda, dan konteks pembicaraan.
  2. Jangan memotong pembicaraan . Jangan remehkan keprihatinan teman bicara. Jangan terburu-buru untuk memberikan saran. Jangan mengubah topik pembicaraan. Berikan waktu mereka untuk mengutarakan pikirannya.
  3. Gunakan komunikasi non-verbal. Sembari anda mendengar dengan penuh empati, gunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, dan atau pertahankan kontak mata untuk menyampaikan bahwa anda benar-benar menyimak dan menganggap teman bicara anda penting.
  4. Praktekkan aturan 93%. Kita tahu dari penelitian yang terkenal oleh Profesor Emeriti, Albert Mehrabian dari UCLA, bahwa kata-kata, yakni apa saja yang kita ucapkan hanya 7% diterima orang yang mendengar. Sisanya, 93% pesan yang kita sampaikan saat kita berbicara terkandung dalam nada suara dan bahasa tubuh. Oleh karena itu penting meluangkan waktu untuk memahami bagaimana sikap kita saat berkomunikasi dengan orang lain. Hal sederhana seperti mengerutkan kening atau alis terangkat ketika seseorang menjelaskan sudut pandang mereka dapat mengganggu arus komunikasi kita dengan teman bicara dan membuat kita tampak seolah-olah kita kurang pemahaman.
  5. Sebut nama mereka. Ingatlah nama-nama pasangan dan anak-anak mereka sehingga Anda dapat merujuk pada nama mereka.
  6. Sepenuhnya “hadir” ketika bersama orang lain. Jangan memeriksa email, melirik-lirik ke jam tangan Anda, atau melakukan panggilan dan menjawab panggilan telepon ketika seseorang secara khusus mendekati untuk berbicara dengan Anda.
  7. Memberikan pengakuan dan pujian yang tulus. Perhatikan apa yang orang lakukan dan tangkaplah hal-hal baik apa yang telah mereka lakukan. Jika hal ini terjadi dengan rekan kerja Anda,  berilah pujian yang tulus dengan  sedikit berusaha membuat kata-kata yang berkesan, misalnya: "Anda adalah aset untuk tim ini karena ...."; "Ini pekerjaan yang sungguh berbakat", "Saya sangat menyayangkan jika Anda tidak mengambil kesempatan ini", dan sebagainya.
  8. Tunjukkan minat pribadi terhadap orang lain. Tunjukkan kepada orang-orang bahwa Anda peduli, dan Anda memiliki rasa ingin tahu yang tulus tentang kehidupan mereka. Tanyakan kepada mereka pertanyaan tentang hobi mereka, tantangan mereka, keluarga mereka, aspirasi mereka.
Empati sungguh penting diterapkan dalam hubungan sosial kita sehari-hari, ibarat bumbu pada masakan, kita harus menggunakannya sesuai takaran. Akhirnya, mari memberi empati yang tulus kepada orang lain. (OS)

Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional


Bagaimana  cara meningkatkan kecerdasan emosional, dan mengapa hal itu penting? 
Anda mungkin menjumpai orang-orang, baik di tempat kerja, maupun dalam pergaulan dan kehidupan pribadi Anda lainnya yang menunjukkan sikap-sikap terpuji misalnya berpikir positif, kalem, pendengar yang baik, dan pembawa harmoni, dsb – yang membuat Anda kagum dan kadang bertanya, mengapa orang ini terasa spesial?

Di tengah zaman yang semakin berkembang ini, meningkatkan beragam macam kecerdasan sangat membantu kita dalam menjalani kehidupan pribadi dan pencapaian yang lebih baik.  Salah satu diantaranya, adalah kecerdasan emosional.

Apa itu kecerdasan emosional?

Kecerdasan emosional (emotional quotient) adalah kemampuan untuk mengenali emosi, memahami pesan-pesan perasaan, dan menyadari bagaimana hal itu mempengaruhi orang-orang di sekitar Anda. Orang-orang yang menggunakan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi memiliki kemampuan untuk menyesuaikan perilaku mereka dan lebih efektif dalam mengenali dan mengelola emosi mereka sendiri dan orang lain.

Mengapa kecerdasan emosional penting?

Kesadaran emosional dan kemampuan seseorang untuk menangani perasaannya dapat menentukan keberhasilan dan kebahagiaan secara keseluruhan dalam semua aspek kehidupan. Itu sebabnya, mengapa kita perlu meningkatkan kecerdasan emosional, karena ini berpengaruh langsung pada level energi dan kesadaran.

Enam dasar pembentuk Kecerdasan Emosional

Jika Anda tertarik untuk meningkatkan kecerdasan emosional Anda, ada enam dasar kecerdasan emosional yang dapat Anda bangun, yakni kesadaran diri, empati, motivasi, keterampilan bersosialisasi, kebahagiaan, dan kemampuan mengatur diri.

1. Kesadaran diri

Kesadaran diri merupakan bagian inti kecerdasan emosional, yang mampu mengidentifikasi bagaimana perasaan Anda sepanjang hari, serta siapa Anda, membantu Anda membuat pilihan hidup yang penting.

Salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan emosional Anda adalah dengan fokus pada saat ini, yang berarti hadir di setiap apa yang Anda lakukan.  Dengan demikian Anda dapat menempatkan sesuatu dalam perspektif yang tepat, yang membantu Anda mengekspresikan emosi dan mengelolanya dengan cara yang tepat dan sehat. Anda tidak harus mendapatkan semua jawaban atau mengetahui semua hal pada satu waktu. Beri diri Anda waktu untuk mengamati dan memutuskan hal dengan percaya diri.

2. Empati

Empati merupakan bagian kecerdasan emosional penting. Meningkatkan kemampuan untuk berempati dapat membantu kita mendapatkan lebih dekat dengan orang lain, mendapatkan dukungan mereka ketika kita membutuhkannya, dan berpotensi meredakan konflik dalam kehidupan profesional dan pribadi Anda.

Empati dianggap sebagai emosi kedua yang paling penting untuk ditingkatkan, karena dengan menunjukkan kepada oranglain bahwa Anda memahami mereka, maka Anda dapat mendapatkan respek. Sadarilah dan dengarlah dengan cermat apa yang mereka ucapkan, maka ini akan melatih Anda lebih berempati, yakni mampu menguraikan dan mengenali perasaan orang lain.

3. Motivasi

Orang yang cerdas secara emosional umumnya memiliki motivasi yang kuat dalam dirinya. Mereka sabar melakukan upaya meskipun hasilnya diperoleh dalam jangka panjang. Mereka tidak mudah menyerah dalam mewujudkan sesuatu.

Mereka tidak rentan terhadap kritik. Sebaliknya mereka mempertimbangkan kritik untuk  melakukan pekerjaan yang lebih baik dan menggunakannya untuk meningkatkan kinerja mereka.

Orang yang cerdas emosinya termotivasi untuk melihat masalah dan mencari penyelesaian secara tenang dan rasional. Bila itu terjadi dalam pekerjaan mereka, orang-orang seperti ini mendorong diri mereka dan orang lain menjadi lebih produktif dan bergairah dalam mencapai hasil.

4. Kemampuan mengendalikan diri

Semua orang memiliki keinginan untuk membangun hubungan yang dekat dengan orang-orang besar. Seraya terlibat dalam proses  tersebut, kita memperoleh keterampilan dan pengalaman baru dengan orang lain. Oleh karena itu kita perlu belajar mengendalikan diri dan mengelola emosi dengan baik.

Orang yang dapat mengendalikan diri  biasanya berpikir sebelum bertindak, memiliki kemampuan untuk mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai mereka, dan tahu bagaimana menyampaikan ketidaksetujuan mereka dengan cara yang elegan.

Mereka juga mau mengubah sikap mereka jika ternyata mereka keliru, dan menghargai nilai-nilai orang lain. Orang yang dapat mengendalikan diri mengetahui kekuatan maupun kelemahan mereka, dan bersedia menilai diri mereka sendiri dengan jujur.

5. Kemampuan bersosialisasi

Cara lain untuk meningkatkan kecerdasan emosional Anda adalah mampu dengan mudah berbicara dan terhubung dengan orang lain dan memiliki tanggungjawab sosial. Anda benar-benar peduli tentang orang lain dan tidak hanya keuntungan pribadi Anda sendiri merupakan ciri dari tanggungjawab sosial.  Selain itu, ini merupakan karakteristik dari kerendahan hati.

6. Kebahagiaan

Akhirnya, seluruh kecerdasan emosional dapat bekontribusi pada kebahagiaan. Umumnya, orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi adalah orang-orang bahagia. Kita bahagia karena kita berempati dan mampu bersosialisasi misalnya. Kebahagiaan ini lahir dari hubungan yang harmonis dan kemampuan berbagi dengan orang lain. Selain itu, kebahagiaan juga lahir dari kemampuan kita tetap berjalan dalam prinsip-prinsip dan norma-norma sosial.

Kebahagiaan dapat menular dan memiliki efek domino. Bila Anda dapat bahagia melakukan suatu hal, maka anda akan memiliki energi yang cukup untuk menyelesaikan hal lain.  Karena orang-orang bahagia menyelesaikan tugas-tugas lebih baik dari mereka yang sedih atau tertekan.

Demikian pentingnya meningkatkan kecerdasan emosional  untuk membantu kita menjalani kehidupan dengan lebih baik, bukankah Anda tertarik juga untuk mengembangkannya?

Cara Menghentikan Kebiasaan Menunda Pekerjaan


Kita semua pada dasarnya senang berada di zona nyaman. Di pagi hari, kita malas keluar dari kehangatan selimut untuk segera beranjak dari tempat tidur, akhirnya harus terburu-buru melakukan kegiatan berikutnya.

Kadang kita menghabiskan belasan menit ngerumpi pada jam kerja, dan tidak segera memulai pekerjaan, akhirnya harus membawa pekerjaan ke rumah.  Kita menunda membayar pajak kendaraan, dan akhirnya harus mengeluarkan uang tambahan sebagai denda. Kita menunda-nunda olah raga hingga berbulan-bulan dan akhirnya kita terkejut ketika berat badan naik beberapa kilogram.

Kebiasaan menunda itu diidentikkan dengan kemalasan. Pikiran dan tubuh Anda seperti mengatakan “jangan ganggu saya”, atau “gak bisa ya lihat saya tenang?” Dan, konsekuensinya pasti  kita terima di akhir.

Tentu saja ada beragam alasan kreatif mengapa kita menunda. Bisa saja alasan tersebut sangat masuk akal, dan menjadikannya senjata membela diri. Akan tetapi alasan tersebut sebenarnya menyimpangkan kita untuk melakukan sesuatu  yang nyata, yang akhirnya menimbulkan ketidaknyamanan emosional. Kita stress ketika menyadari banyak hal yang terbengkalai.

Ketika saya di usia anak-anak, nenekku sering menegur “hei berhenti dulu bermain”. Ia berharap agar saya kembali melakukan apa yang lebih penting saat itu. Meski bermain identik dengan aktivitas anak-anak – karena sebagian besar waktu mereka untuk ini, namun kita orang dewasa juga sering lupa bahwa kita masih saja bermain di waktu yang tidak tepat. Bermain pada waktu yang tidak tepat ini berarti mengabaikan prioritas.

Bagaimana cara agar tidak menunda pekerjaan

Margie Warrel - penulis Stop Playing Safe, dalam Forbes  mengemukakan 7 strategi yang dapat membantu Anda menghentikan kebiasaan menunda. Ketujuh strategi ini tentu saja harus dijalankan untuk memacu Anda segera bertindak dan memudahkan Anda dalam melakukannya.

1. Tuliskan tujuan Anda dan tetapkan tenggat waktu. 

Mengapa demikian? Karena tujuan tanpa tenggat waktu dapat ditunda tanpa batas waktu. Tujuan sama seperti mercusuar yang menarik kita untuk mendekat. Tanpanya, kita menghabiskan waktu mengapung di kegelapan, tanpa arah.

2.  Bagi tujuan Anda ke dalam tujuan-tujuan yang lebih kecil. 

Semakin besar tujuan Anda atau perubahan yang ingin Anda buat, semakin cepat anda letih dan mengalami kebosanan. Jadi jika tujuan Anda terasa terlalu besar, sederhanakan dan bagi ke dalam tujuan-tujuan yang lebih kecil. Mungkin anda harus menyelesaikan sebuah laporan dengan tenggat 1 bulan. Anda akan membaginya ke dalam beberapa bagian dan berapa jam kerja yang harus anda alokasikan setiap hari.

3. Visualisasikan apa yang Anda ingin capai. 

Bayangkan apa yang ingin anda wujudkan. Bayangkan diri Anda setelah pencapaian tersebut, apa yang anda peroleh dan bagaimana perasaan Anda saat itu.

4. Manfaatkan ketakutan. 

Ketakutan adalah emosi yang kuat yang dapat membuat kita terpenjara dengan berbagai alasan. Kita tahu bahwa kita tidak dapat melakukan semua hal dengan mudah. Itu pasti. Anda tidak ingin gagal dan itu yang mendasari ketakutan.

Adik saya pernah mengungkapkan kekuatirannya menghadapi suatu persentase yang akan diadakan di depan audiens yang cukup besar. Kekuatiran itu sebenarnya bersumber dari ketidaksiapan materi persentase yang ia miliki saat itu. Satu-satunya cara adalah segera menyiapkan materi dan data-data yang dibutuhkan, lalu mulai melatih diri berbicara di depan teman-temannya. Hasilnya, seminggu kemudian ia pulang dengan senyuman.

Jadi tuliskan bagaimana agar Anda berhasil. Ketahui kelemahan, dan lakukan upaya untuk menutupi kelemahan tersebut.

5. Membangun akuntabilitas. 

Kita adalah mahluk sosial. Kita perlu dukungan dan mendukung orang lain. Kita memiliki mitra dalam keluarga, tempat kerja dan kehidupan sosial lainnya.

Membangun kepercayaan sangat bermanfaat untuk memperoleh dukungan dari mitra kita. Ketika diri kita lemah, kita memperoleh penguatan dari mitra, sehingga kita dapat meneruskan upaya pencapaian tujuan kita. Bahkan, anjuran mereka juga sangat penting untuk dipertimbangkan ketika kita membuat suatu keputusan.

6. Hargai pencapaian Anda.  

Merayakan pencapaian atau suatu kesuksesan merupakan cara menghargai diri sendiri. Ini juga bentuk berbagi  kebahagiaan kepada keluarga dan teman-teman Anda. Sepanjang itu cara bersenang-senang yang sehat, pasti pantas untuk di lakukan.

7. Bertindak denga berani. 

Ini kedengarannya seperti membangunkan super-hero yang ada dalam diri Anda.  Bertindak berani tidak selalu dibutuhkan untuk melakukan tindakan-tindakan heroik. Sepanjang hidup kita, kita lebih banyak memiliki tugas-tugas kecil ketimbang besar, akan tetapi justru keberhasilan dalam menyelesaikan tugas-tugas kecil itu yang  menghantar kita mencapai tujuan yang besar.

Beranilah bangun tepat waktu. Berani membuka file Anda segera dan memulai pekerjaan. Berani memulai survey ketika Anda ingin membangun suatu bisnis. Berani mengambil kelas pelatihan yang membuat Anda makin terampil. Berani mengatakan tidak jika itu mengakibatkan penundaan, dan sebagainya.

Demikian 7 strategi yang membantu Anda untuk menghentikan sifat menunda-nunda kegiatan. Jika memungkinkan, lakukan hari ini. Jangan menunggu besok.

Pentingnya Antusiasme untuk Mencapai Kesuksesan

Seorang anak memandangi rangka layangannya yang tersangkut di ranggas pohon. Hujan lebat semalam telah meluruhkan kertasnya. Hari ini, kemungkinan tidak ada kesempatan main layangan pikirnya. Meminta dibelikan yang baru merupakan hal sulit, karena ibunya selalu bilang “mainan harus dijaga”, dan itu hal yang ia tidak sukai – merengek-rengek.

Satu-satunya cara adalah, menurunkan rangka layangan itu, lalu menutupinya dengan kertas minyak - sisa sampul buku pelajaran kakaknya, memotong di tiap sisi dan mengelem dengan kuat. Jadilah layangan baru, pikirnya.

Nyatanya, menurunkan rangka layangan tidaklah mudah baginya. Meski akhirnya berhasil, ia mendapati rangka yang patah. Tetapi segera ia dapat ide baru, ia mencari sisa potongan bambu, lalu mulai meniru pola layangan rusak tadi dan seterusnya tenggelam dengan upayanya membuat layangan baru.

Itu hanya sepenggal cerita bagaimana antusiasme membuat seorang anak menemukan ide untuk mengatasi keterbatasan.  Dapat dikatakan, bahwa dalam semua aspek kehidupan pun, kita memerlukan antusiasme.

Apa itu antusiasme?

Antusiasme berasal dari bahasa Yunani, yakni entheo yang berarti (Tuhan), dan iasm (di dalam). Antusiasme seperti gelombang semangat yang datang dari dalam yang membuat seseorang terinsipirasi memulai sesuatu, melanjutkan sesuatu, atau menyelesaikan sesuatu. Kedua kata tersebut di atas memberi kita gambaran yang jelas, bahwa seperti orang-orang yang mendapat wahyu dari Tuhan, demikian pula gairah, gelora semangat, dan minat yang besar terdapat dalam diri orang yang memiliki antusiasme.

Selanjutnya, antusiasme  mencerminkan beberapa sikap yang kita butuhkan  sehingga dapat dikatakan sebagai modal yang mutlak diperlukan jika kita ingin mencapai sesuatu yang berharga. Antusiasme menjadi bahan bakar agar kita terus berjalan, tekun, dan belajar untuk menikmati proses pencapaian tujuan.

Sikap yang tercermin dalam antusiasme


1) Bersemangat
Barangkali Anda pernah mendengar ungkapan, “hati yang gembira adalah obat yang manjur, semangat yang patah mengeringkan tulang”.  Gairah atau semangat membuat orang menyisihkan hambatan atau kesulitan yang mereka hadapi, dengan fokus pada pencarian solusi. Memang, tidak mudah untuk tetap bergairah saat menghadapi keadaan yang sulit, tetapi bila kita tau cara mempertahankan atau mengisi kembali hati kita dengan kegembiraan berarti kita sedang bergerak maju menemukan solusi. Sebaliknya, bila Anda membiarkan diri berlama-lama patah semangat, itu artinya, bukan hanya otot anda yang kering, bahkan lebih dalam lagi sampai ke tulang.

Ini tidak terjadi pada mereka yang selalu menghidupkan antusiasme dalam diri mereka. Mereka mungkin jatuh, tetapi akan segera bangkit.

2) Hidup bersyukur

Meskipun rasa syukur tidak melipatgandakan  penghasilan, namun tidak dapat disangkal bahwa rasa syukur menjadikan hari-hari lebih baik. Bila dalam 1 kota kecil hanya ada 1000 mangkok bakso yang terjual per hari, rasa syukur tidaklah menciptakan pelanggan jadi 1500 per hari dengan semua kondisi yang tidak berubah.

Rasa syukur membuat Anda dapat menanggung situasi, baik itu baik maupun buruk. Rasa syukur membuat Anda bekerja selaras dengan hukum alam dan tidak membuang-buang energi untuk mencari kambing hitam bila terjadi kegagalan. Dengan rasa syukur, Anda berada pada level energi yang kuat untuk melakukan sejumlah perbaikan, yang alhasil akan membawa apa yang sedang Anda lakukan ke jalur yang benar.

Ingatlah semua hal baik yang terjadi dalam hidup Anda dan bersyukur untuk menjadi siapa Anda hari ini. Berterimakasihlah kepada mereka yang pantas mendapatkannya. Ini pun bagian dari antusiasme.

3) Bersikap positif 
Antusiasme tidak dapat bertahan hidup di lingkungan yang negatif, itu sebabnya ada ungkapan lain “pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik”. Demikian halnya, antusiasme dapat terkikis bila Anda terus bergaul di dalam lingkungan yang dominan negatif atau membiarkan hal-hal negatif menginvasi pikiran Anda.
Melakukan yang baik tidak selalu otomatis menghasilkan yang baik secara instan. Sekali Anda berpikiran positif tidak serta-merta warna pikiran Anda selamanya positif,  karena kita selalu berinteraksi dengan orang lain, bahkan diri kita sendiri yang tidak sempurna. Disini pentingnya antusiasme, ketika negatifitas dari luar memancing Anda untuk menyimpang, antusiasme mengingatkan Anda untuk melakukan hal yang benar. Ketika dari luar membuyarkan fokus Anda, antusiasme mengingatkan Anda untuk fokus kembali.

4) Bangga
Rasa bangga dengan takaran yang cukup adalah baik.  Rasa bangga dengan takaran yang cukup ini lahir dari kesadaran akan nilai, tidak untuk mengatakan pada dunia bahwa kita lebih baik dari orang lain. Sebaliknya, rasa bangga memperlihatkan hubungan emosional dengan apa yang Anda lakukan.

Kembali ke awal artikel ini, bayangkan anak tadi dengan bangga menunjukkan layangan barunya kepada ayahnya. Ayahnya tentu memeriksa pekerjaannya, mungkin membuat sedikit pembetulan disana-sini, atau mungkin menambahkan dua helai kertas di lengan dan  ekor, agar kelihatan seperti ikan pari menari saat mengudara. Dan ketika sepupunya datang, anak itu malah berujar “aku bisa buatkan layangan buat kalian”.  Akhirnya, mereka sama-sama bermain layangan.

Apa pun yang Anda lakukan dengan antusiasme, pastikan bahwa Anda bangga akan hal itu. Bicarakan hal ini dengan rekan-rekan Anda, diskusikan dengan teman-teman Anda dan keluarga Anda. Hal ini akan membangun kegembiraan yang besar yang membantu kita untuk  tetap termotivasi melakoninya.

5) Kreatif
Antusiasme menghasilkan kreativitas dan kreativitas memicu antusiasme. Selalu mencari cara yang lebih baik dan lebih baru dalam melakukan sesuatu. Gunakan waktu sebaik mungkin.

6) Proaktif
Mereka yang antusias, proaktif dalam apa yang mereka lakukan. Mereka tidak menunggu atau meletakkan lebih banyak beban ke pundak orang lain. Sebaliknya, mereka giat mencari solusi, rendah hati meminta saran dan memberi respek terhadap orang lain.

7) Bersikap Masuk akal
Antusiasme memang sebuah semangat besar terhadap sesuatu. Tetapi ini tidak serta-merta menjadikan semua menjadi mungkin.  Bersifat masuk akal merupakan penyeimbang dari semangat Anda yang menggebu-gebu. Tetaplah bertindak berdasarkan perhitungan. Antusiasme mengenal apa yang layak dan apa yang tidak, sehingga Anda tetap mengejar kemanfaatan.

Bersifat masuk akal juga berarti mendengar pendapat orang lain dan terbuka mendengar kritikan dari mereka. Bukankah kita memerlukan orang lain untuk saling melengkapi?

8) Bersabar
Kesabaran merupakan satu hal berharga lainnya untuk berhasil. Kesabaran dibutuhkan sepanjang perjalanan hidup. Para empu tidak membuat keris dalam waktu yang singkat, mereka sabar melakukan sejumlah proses untuk menghasilkan keris yang mereka inginkan.

Di zaman kita, banyaknya cara mutakhir mengerjakan sesuatu mungkin mempengaruhi sikap kita – termasuk menginginkan keberhasilan secara instan, sehingga kesabaran menjadi properti yang langka dalam diri kita.  Ingatlah, bersabar melalui proses memungkinkan Anda mengalami lebih banyak pengalaman dan menarik hikmat dari proses tersebut.

9) Tercerahkan
Mereka yang mengembangkan antusiasme memiliki sejumlah waktu pribadi untuk berhening. Milikilah waktu pribadi keluar dari tengah kesibukan. Bila Anda ingin melihat isi kolam, jangan membuat kegaduhan di permukaan. Demikian juga pikiran.

Jauhkan diri Anda dari kegaduhan sejenak, lalu lihat seberapa banyak penguhi kolam hati Anda. Anda mungkin mengeluarkan penghuni yang tidak patut disana, setelahnya.

Keheningan membantu Anda berefleksi dan mendapat kedamaian. Entah itu dengan berdoa, meditasi, atau cara lain yang biasa Anda gunakan. Ini pun bagian dari antusiasme.

Semakin banyak antusiasme yang kita miliki terhadap sesuatu, semakin banyak energi emosional yang kita dimasukkan ke dalamnya. Aliran ide, pergeseran paradigma, dan gambar masa depan memungkinkan kita menciptakan keadaan dan peluang untuk mewujudkan visi karena cahaya antusiasme menerangi dari dalam diri sendiri. Bagaimana dengan antusiasme Anda?

9 Hal yang Perlu Anda Tahu Selagi Muda



Begitu banyak pelajaran yang ingin kita peroleh selagi kita masih muda. Begitu banyak orang yang menurut kita patron, ingin kita dekati untuk belajar dari dari kisah mereka. Tentu hal itu jarang terjadi. Satu-satunya hal termudah adalah belajar dari pengalaman atau karya mereka.

Ada ungkapan “hidup dimulai pada usia tiga puluhan”. Saya tidak tahu mengapa ungkapan ini populer, mungkin saja karena rata-rata orang merasa dirinya semakin matang pada usia itu, dengan menyadari bahwa ia harus bertanggungjawab penuh pada dirinya sendiri, dan di kisaran usia ini pula orang pada umumnya membentuk keluarga baru.

Jadi jika Anda kini berada di usia tigapuluhan, anda pasti sudah tahu hal-hal berikut, yang sebaiknya diketahui oleh mereka yang masih muda.

1. Uang tidak dapat membeli kebahagiaan

Uang adalah alat untuk membeli beragam kebutuhan dan keinginan, tetapi itu tidak dapat menyelesaikan semua masalah. Ada banyak orang yang hidup dengan penghasilan rata-rata, namun memiliki kehidupan yang bahagia... dan, sebaliknya ada banyak orang berpenghasilan tinggi, namun masih tetap merasa memiliki kehidupan yang tidak memuaskan.

Uang bisa membeli rumah yang bagus, mobil bagus, bahkan keamanan dan kenyamanan, tetapi tidak dapat memperbaiki hubungan yang rusak, atau mengisi kesepian. Kebahagiaan yang diperoleh dari hal-hal yang dapat dibeli hanya sebagai pelengkap, sementara karena kebahagiaan sesungguhnya tidak dapat dibeli.

2. Melangkah dengan sabar

Ketika kita masih muda, pada saat memulai sesuatu yang kita anggap pekerjaan dewasa - memutuskan segala sesuatu, merencanakan hidup kita, pengalaman semuanya, mencapai kesuksesan karir, menemukan cinta sejati, mengetahui tujuan hidup kita, dan melakukan semuanya pada waktu yang sama.

Jangan terburu-buru. Biarkan hidup Anda terbuka. Beri diri Anda waktu untuk mempertimbangkan pilihan Anda. Nikmati setiap gigitan makanan, luangkan waktu untuk melihat sekitar Anda, biarkan orang lain selesai berbicara, jadilah pendengar yang baik. Biarkan diri Anda waktu untuk berpikir, memikirkan lebih banyak dari sebelumnya sewaktu akan mengambil tindakan penting.

Bekerja keras untuk mencapai tujuan dan membuat rencana masa depan adalah hal penting, tetapi bergegas dengan kecepatan penuh dapat membuat Anda melewatkan banyak pemandangan sepanjang perjalanan, bahkan mendatangkan kejenuhan pada akhirnya.

3. Anda tidak dapat menyenangkan semua orang

Anda tidak perlu semua orang setuju dengan Anda, atau bahkan seperti Anda. Manusiawi jika kita ingin menjadi bagian dari sesuatu, disukai, dihormati dan dihargai, tetapi hendaknya tidak dengan mengorbankan integritas dan kebahagiaan kita sendiri.  Bicaralah dengan respek, akui kekurangan, pertahankan sikap Anda, hormati orang lain, hargai permintaan mereka, akan tetapi tetaplah setia pada nilai-nilai baik
Anda.

4. Kesehatan Anda adalah aset yang paling berharga

Kesehatan sering terabaikan oleh orang-orang muda. Ketika mereka merasa dapat menikmati semua makanan dan minuman, bekerja hingga larut malam, berpetualang seperti tanpa lelah, dan merasa kekuatan dan kecantikan seperti akan tetap selamanya.

Kesehatan adalah harta yang tak ternilai. Selalu hargai, perlakukan dan rawat tubuh Anda dengan baik.

5. Anda tidak selalu mendapatkan apa yang Anda inginkan

Tidak peduli seberapa hati-hati Anda merencanakan dan seberapa keras Anda bekerja, kadang-kadang ada hal yang tidak sesuai dengan harapan. Kita semua memiliki harapan, memiliki gambaran "ideal", seperti apa hidup yang kita inginkan.  Akan tetapi realitasnya tidak selalu berakhir demikian. 

Terkadang impian kita gagal, dan kadang-kadang kita berubah pikiran di tengah jalan. Kadang-kadang kita harus gagal untuk menemukan jalan yang benar dan kadang-kadang kita hanya perlu mencoba beberapa hal sebelum kita menemukan arah yang benar. Jadi, jangan biarkan hal itu membuat Anda kehilangan antusiasme.

6. Ini bukan soal diri Anda sendiri

Anda bukan episentrum dari alam semesta. Itu sebabnya sangat sulit melihat dunia dari luar perspektif Anda sendiri, karena kita selalu begitu terfokus pada apa yang terjadi dalam kehidupan kita sendiri. Apa yang harus saya lakukan hari ini? Apa artinya bagi saya, bagi karir saya, bagi hidup saya? Apa yang saya inginkan?

Normal untuk berpikir semacam itu, karena kita menyadari segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Anda sendiri. Tetapi, hidup bukanlah tentang diri kita sendiri. Kita perlu memberi perhatian terhadap apa yang terjadi di sekitar Anda, dan bagaimana beragam hal mempengaruhi orang lain dan  juga diri Anda sendiri. Jika Anda mulai memperhatikan orang lain, berarti Anda belajar melihat dari perspektif mereka. Ini sangat penting untuk menciptakan harmoni.

7. Tidak perlu malu jika Anda tidak tahu

Tidak ada orang yang mengetahui dan memiliki jawaban untuk semua hal. Tidak perlu malu mengatakan "saya tidak tahu", jika kenyataannya demikian. Ini tidak menyarankan Anda untuk berhenti belajar, akan tetapi sebaliknya. Dibalik ketidaktahuan, Anda ingin tahu hal-hal yang bermanfaat bagi Anda.

8. Cinta lebih dari sekedar perasaan, melainkan pilihan

Cinta adalah ledakan kegembiraan yang paling berkesan di  masa muda. Bagi sebagian orang, itu bisa datang seketika dan hilang seketika, lalu tergantikan seketika. Tapi itu tidak berarti cinta yang bertahan lama tidak ada.

Cinta bukan hanya perasaan, melainkan sebuah pilihan yang Anda buat setiap hari. Kita harus memilih untuk menjaga hubungan tetap jalan, menghangatkannya bila mulai surut, saling mengampuni dan mau berubah lebih baik, menghormati, mendukung, dan setia pada pasangan.

Hidup dalam pernikahan yang bahagia adalah satu pengalaman yang sangat indah. Kadang-kadang mudah dan kadang-kadang sulit, tapi itu terserah pada kita yang memilih bagaimana kita bertindak, berpikir dan berbicara dengan pasangan.

9. Banyak hal bisa berubah

Kita sering tidak menghargai apa yang kita miliki sampai hal itu hilang, misalnya kesehatan, keluarga dan teman-teman, pekerjaan, uang yang Anda miliki, bahkan hari esok.

Ketika kita masih muda tampaknya orang tua kita akan selalu di sisi kita, demikian juga pasangan, anak-anak, teman, pekerjaan dan harta benda. Tidak ada dalam hidup yang dapat Anda jamin akan tetap selamanya, termasuk diri Anda sendiri.

Hidup tidak selalu mudah, ada yang bilang hidup itu juga keras, dan penuh ketidakpastian. Namun satu hal lagi yang perlu diingat, hargai hal-hal baik yang Anda punya, selagi Anda masih memilikinya.

8 Penghambat Kebahagiaan Anda dalam Meraih Sukses


Hari demi hari kita mungkin tenggelam dalam rutinitas dan kesibukan,dan berpikir kita masih berada di jalur yang akan membawa kita ke tujuan yang tepat, yakni bahagia sepanjang perjalanan hingga mencapai tujuan. Jika Anda berada di jalur yang tepat tentu Anda merasa bahagia.

Akan tetapi kita adalah manusia tidak sempurna, kita tidak dapat memastikan kita bisa bahagia sepanjang hari dalam setahun penuh. Selalu ada warna lain yang mengaburkan kebahagiaan kita, yang mungkin timbul dari hambatan-hambatan terhadap upaya kita memperoleh tujuan, bahkan dari dalam diri kita sendiri.

Jika Anda mulai merasa tidak bahagia,itu berarti Anda sedang berada di luar jalur. Cara terbaik adalah memeriksa kebiasaan atau sikap yang membuat Anda tidak bahagia, lalu kembali ke jalur yang tepat. Apa saja itu?

1. Kata-kata negatif pada diri sendiri

Kata-kata negatif adalah racun bagi pikiran. Anda mungkin berpikir, “Ini tak akan berhasil, oh betapa melelahkan!”. Ini namanya menyabotase diri sendiri. Jika kata-kata seperti ini Anda biarkan terus berkumandang di pikiran Anda, maka tidak lama lagi Anda akan menyerah dan meninggalkan apa yang sudah Anda mulai.

Kita sering meyabotase diri, karena kita kehilangan citra diri positif. Ketika kita kehilangan itu, maka kita akan mendapati diri kurang bergairah. Oleh karena itu Anda perlu menghidupkan kembali citra diri positif dan meningkatkan rasa percaya diri Anda. Caranya? Setiap hari, tuliskan tujuh afirmasi atau hal-hal yang Anda sukai tentang diri Anda. Ingat kembali keberhasilan-keberhasilan yang pernah Anda raih, tidak soal itu besar atau kecil. Rasakan kebahagiaan saat Anda memperolehnya.

2. Hidup dengan masa lalu

Apakah Anda seorang yang menyesali beberapa hal di masa lalu? Baik itu kesalahan yang pernah Anda lakukan, atau pengalaman buruk yang diakibatkan orang lain.

Menghabiskan waktu mengenang masa lalu, dan membiarkan pengalaman masa lalu yang buruk membayangi kehidupan Anda saat ini dapat menghambat langkah Anda meraih kebahagiaan.  Segera tuntaskan kenangan masa lalu yang mengganggu Anda. Katakan pada diri Anda bahwa Anda telah sembuh dan menjadi orang yang baru dengan pola pikir yang baru dan cara hidup yang lebih baik.

3. Menunda-nunda

Kebiasaan menunda-nunda sama seperti akses internet yang sangat lambat. Menyebalkan bukan? Menunda-nunda seharusnya adalah hal yang menyebalkan. Akan tetapi kita sering terbius oleh kenyamanan lain yang membuat kita menunda apa yang seharusnya kita kerjakan.

Mulailah dengan satu langkah kecil. Jangan menunda! Maka langkah demi langkah akan menyusul dan membawa Anda semakin dekat pada kesuksesan kecil, dan seterusnya kesuksesan kecil membawa Anda pada keberhasilan yang lebih besar.

4. Menyalahkan orang lain

Kita tidak sempurna, itu sebabnya setiap orang pernah melakukan kesalahan. Tetapi yang menjadi masalah adalah ketika suatu kesalahan terus dijadikan alasan terhadap kegagalan atau ketidakbahagiaan Anda.
Berhentilah memikirkan kesalahan itu! Bukankah Anda sudah mengakuinya dan menetapkan langkah-langkah untuk bertindak lebih baik sekarang dan di masa depan? Jangan biarkan diri Anda tenggelam dalam emosi negatif, karena setiap muatan emosi negatif seperti perasaan marah atau takut, atau apapun itu hanya menghambat langkah Anda untuk bahagia dan bergerak maju mencapai keberhasilan.

5. Membandingkan diri dengan orang lain

Hidup Anda tidak berputar di sekitar fantasi Anda tentang kehidupan orang lain yang tampak di permukaan. Anda mungkin melihat pekerjaan orang lain yang memuaskan. Bila Anda termotivasi karena keberhasilannya, untuk lebih giat melakukan pekerjaan Anda, itu sangat baik. Tetapi, Anda harus hati-hati agar tidak terlalu jauh, lalu terjebak membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Setiap orang punya kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Menuliskan huruf A saja, kita menghasilkan bentuk yang berbeda. Sebaiknya, dengan mengetahui keberhasilan orang lain, Anda harus semakin mengenal diri sendiri, membangun potensi yang Anda miliki, dan meminimalkan kelemahan-kelemahan Anda. Bila ini Anda lakukan, Anda akan menerima diri sendiri dan betapa bersyukur bahwa setiap pribadi adalah unik.

6. Menyesali keputusan

Kadang-kadang kesempatan baik datang menghampiri. Tidak soal Anda menangkapnya atau tidak. Itu tergantung pada pertimbangan Anda. Yang menjadi soal adalah ketika Anda menyesal dan berakhir tidak bahagia karena melewatkan atau bahkan mengambil kesempatan. 

Dalam hidup ada ketidakpastian. Berani mengambil resiko adalah kemampuan yang mutlak kita perlukan sebagai petualang hidup. Jika Anda salah, lakukan perbaikan. Jika menyerah pada suatu hal, lakukan hal lain. Bukankah hidup juga menawarkan kesempatan?

7. Tidak bersyukur

Tidak bersyukur saat melewati masa-masa sulit rasanya berkali-kali pernah kita alami. Dimana kita hanya fokus pada emosi-emosi negatif yang timbul oleh berbagai problem. Padahal, kita dianjurkan bersyukur dalam segala situasi, baik itu baik maupun buruk.

Bersyukur pada masa sulit adalah sumber kekuatan untuk menanggung beban. Sementara pada situasi baik, bersyukur mengingatkan Anda untuk tetap berada di jalur kebahagiaan, menambah kepekaan Anda terhadap situasi, membantu Anda tetap rasional dalam mengambil keputusan.  Jadi, jangan lupa bersyukur di setiap musim kehidupan Anda.

8. Terlalu keras pada diri sendiri

Ketika kita menghadapi kesulitan atau pekerjaan yang membutuhkan keberanian, kita seringkali mem-push diri kita, dengan mengatakan “ayo, kamu bisa! Kamu bisa”. Selain itu, kita mengabaikan diri kita demi nama kesuksesan. Kita lupa makan tepat waktu, bahkan menahan diri dari istirahat karena tenggat, padahal di saat lain kita menunda-nunda.

Kita bekerja keras, pertama sekali untuk kebaikan diri sendiri. Namun, jika Anda sengaja mengabaikannya, ingatlah bahwa kuantifikasi energi yang Anda korbankan untuk mendapatkan uang bisa saja tidak mampu menggantikan kesehatan Anda. Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Perhatikan kesejahteraan jasmani dan rohani Anda. Beri diri Anda penghargaan yang layak ia terima.

Bila Anda memperhatikan beberapa hal di atas terjadi pada diri Anda, ingatlah untuk memanuver diri ke jalur yang tepat untuk menemukan kembali kebahagiaan Anda. Ini penting, karena semakin Anda bahagia seraya berupaya, maka semakin mudah Anda mencapai tujuan Anda.